Aksi Sanggar Oplet Robet pas bawain Lenong Kampung Te-Ko di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Seni tradisional Betawi ternyata bisa senge-hype ini pas ngerayain HUT ke-499 Jakarta, vibes-nya seru abis! (Foto: Eny Handayanih/popers.id)
Merayakan HUT ke-499 Jakarta, Sanggar Oplet Robet bareng Rudi Sipit sukses ajak Gen Z nge-hype bareng lewat seni teater tradisional yang dikemas super fresh.
JAKARTA,POPERS.ID | Siapa bilang seni tradisional itu ngebosenin? Panggung Galeri Indonesia Kaya baru aja dibikin super rame lewat pementasan Lenong Kampung Te-Ko yang dibawakan oleh Sanggar Oplet Robet. Edisi spesial menyambut HUT ke-499 Jakarta ini sukses membuktikan kalau teater rakyat Betawi masih punya vibe yang seru dan relate banget buat generasi muda.
Selama 60 menit, pertunjukan yang disutradarai Maulana Firdaus ini ngasih tontonan yang fresh. Melibatkan 16 pemain, aksi panggung mereka makin pecah berkat kehadiran seniman komedi Rudi Sipit sebagai bintang tamu. Naskah garapan Riyanto RA ini sebenarnya ngangkat cerita yang simpel tapi dalem, yaitu tentang warga kampung yang berani ngelawan komplotan preman. Di balik konflik tersebut, ada pesan kuat soal solidaritas dan kepedulian sosial yang disisipkan.
Kekuatan utama dari lenong ini ada pada dialog spontan dan improvisasi para pemain yang super cair. Celetukan kocak mereka sukses bikin penonton ketawa lepas sepanjang acara. Menurut Program Director Renitasari Adrian, panggung ini emang disiapkan jadi ruang apresiasi biar anak muda bisa makin dekat dengan identitas budaya Jakarta. Pimpinan Sanggar Oplet Robet, Ramdani, juga optimis kalau seni tradisi yang mereka rawat sejak 2001 ini tetap relevan dengan zaman sekarang.
Ciri khas lenong Betawi: dialognya spontan, humornya segar, dan ada live music. Vibes-nya makin seru karena pemain bisa langsung interaksi sama penonton! (Foto: Eny Handayanih/popers.id)
Keseruan perayaan HUT Jakarta di Galeri Indonesia Kaya nggak berhenti di sini. Setelah sebelumnya sukses menggelar Majoor Jantje: The Last Mardijkers dan Djantoek Reborn, rangkaian program budaya bulan Juni ini bakal ditutup dengan pertunjukan Penganten Keder pada 27 Juni 2026 mendatang. [EH]