Cari tahu rahasia punden berundak abad ke-9 dan alasan kenapa UNESCO sampai jatuh cinta sama spot ikonik Magelang ini.
BOGOR, POPERS.ID | Nama Candi Borobudur pasti sudah sangat familiar bagi kalian. Candi Buddha terbesar di dunia yang berlokasi di Magelang ini dibangun pada abad ke-9, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno. Bukan sekadar bangunan batu biasa, Borobudur mengusung struktur punden berundak ten-levels yang megah banget.
Kalau kalian perhatikan dari dekat, bangunan monumental ini menyimpan sekitar 1.460 panel relief dan 504 stupa yang super kokoh. Menariknya, susunan tingkat pada candi ini melambangkan perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan batin menurut ajaran Buddha Mahayana. Jadi, setiap langkah kalian mendaki spot ini sebenarnya adalah sebuah perjalanan spiritual.
Eksotika bentuk stupa Candi Borobudur yang berjumlah 504 stupa
Eksotika Candi Borobudur yang mengundang decak kagum para wisatawan lokal maupun asing
Candi Borobudur memiliki 1460 relief dan 504 stupa berbentuk bangunan punden berundak terdiri dari 10 tingkat
Saat menyusuri lorong candi, kalian bisa melihat kehalusan pahatan relief yang menceritakan kisah kehidupan, nilai moral, ajaran kebajikan, hingga kisah Ramayana yang legendaris. Nah, cara membaca relief ini juga unik, yaitu kalian harus berjalan searah jarum jam mengikuti jalur pradaksina supaya ceritanya runtut.
Perpaduan epic antara seni, kepercayaan, dan pengetahuan masa lalu inilah yang membuat UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai warisan dunia. Hingga kini, mahakarya batu andesit tersebut sukses mengundang decak kagum para wisatawan lokal maupun asing sebagai ruang perjumpaan sejarah yang berharga.