KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur (foto: iNews.id/Aldhi Candra)
DPR dorong lanjutan proyek Double-Double Track hingga Cikarang demi kapasitas dan keselamatan perjalanan kereta.
BOGOR, POPERS.ID | DPR mendorong pemisahan jalur kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line dilanjutkan sampai Cikarang. Saat ini, pemisahan jalur baru berlaku dari Jatinegara hingga Stasiun Bekasi.
Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan, perbedaan karakter antara KRL dan kereta jarak jauh jadi alasan utama proyek ini harus diprioritaskan. Ia menyebut, penyelesaian Double-Double Track Jakarta–Cikarang penting untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga keselamatan perjalanan kereta.
Menurut Iwan, selama jalur belum sepenuhnya terpisah, pengaturan kecepatan dan jarak antar kereta harus diperketat. Dampaknya, kapasitas rel bisa berkurang dan jadwal perjalanan kereta perlu disesuaikan.
Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi koordinasi lalu lintas kereta. Hal ini berkaca dari kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada 27 April 2026, di mana benturan terjadi dalam waktu sangat sempit di jalur yang sama.
Iwan menilai sistem informasi dan komunikasi antar pusat kendali harus terintegrasi, terutama untuk layanan kereta yang berbeda jenis. Menurutnya, perbedaan sistem koordinasi bisa menjadi celah yang berisiko.
Sebelumnya, kecelakaan kereta di Bekasi Timur menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.