Kemlu mengecam Israel atas pemasangan spanduk ‘rising lion’ di RS Indonesia di Gaza.
Kemlu RI kecam aksi pasukan Israel yang pasang spanduk “Rising Lion” di reruntuhan RS Indonesia Gaza, sebut sebagai penghinaan fasilitas kemanusiaan.
BOGOR, POPERS.ID | Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri RI angkat suara keras soal aksi pasukan Israel yang mengibarkan spanduk bertuliskan “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Lewat akun X resmi, Kemlu RI menyatakan kecaman tegas terhadap tindakan tersebut. Aksi itu dinilai sebagai bentuk provokasi yang tidak bisa dibenarkan, apalagi dilakukan di atas fasilitas medis yang sudah hancur akibat serangan.
Sebelumnya, beredar gambar yang menunjukkan spanduk “Rising Lion” dipasang di lokasi RS Indonesia. Narasi yang menyertai menyebutkan bahwa Batalyon 9208 Brigade Negev sedang bersiap memperingati Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan Israel di area tersebut.
Kemlu menilai penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit adalah tindakan yang sangat sensitif dan berbahaya. Terlebih, aksi itu dikaitkan dengan operasi militer tertentu.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza adalah fasilitas sipil yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu warga Palestina, bukan tempat untuk kepentingan militer.
Karena itu, pemasangan spanduk tersebut dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap nilai kemanusiaan dan bantuan yang diberikan Indonesia.
Kemlu juga mengingatkan bahwa seluruh fasilitas medis harus dihormati dan dilindungi sesuai hukum humaniter internasional. Indonesia mendesak Israel untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran terhadap infrastruktur sipil dan memastikan ada pertanggungjawaban atas serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza.
Sementara itu, laporan dari Middle East Eye menyebut pemasangan spanduk itu bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Israel pada 21–22 April. “Rising Lion” sendiri disebut merujuk pada ayat Taurat yang juga digunakan sebagai nama operasi militer Israel.
Kondisi RS Indonesia saat ini sudah tidak lagi berfungsi. Bangunan mengalami kerusakan parah akibat serangan bertubi-tubi, sehingga tidak bisa lagi menerima pasien.