Dalam rangka Hari Kartini, Roblox menyoroti perkembangan KARIS sebagai komunitas developer perempuan yang terus tumbuh di Indonesia, termasuk lewat karya mereka di platform Roblox seperti “Act Normal for 30 Days”. (Ilustrasi: AI)
Rayakan Hari Kartini, komunitas developer perempuan KARIS resmi meluncurkan ‘Act Normal for 30 Days’ sebagai bukti nyata kreativitas kreator lokal di kancah global.
BOGOR, POPERS.ID | Momen Hari Kartini tahun ini terasa lebih spesial bagi industri kreatif digital tanah air. Bukan sekadar perayaan seremonial, Komunitas Aktif Roblox Indonesia Srikandi (KARIS) justru merayakannya dengan sebuah pencapaian nyata: meluncurkan gim perdana mereka yang bertajuk “Act Normal for 30 Days” di platform Roblox.
Gim ini menawarkan experience yang unik. Pemain bakal dibawa masuk ke dalam dunia film dan dihadapkan pada dilema besar: tetap mengikuti realitas yang ada atau berusaha mencari jalan keluar. Dikembangkan langsung oleh komunitas yang didirikan oleh Ratu Aida, Ramiza, dan Syadida, karya ini menjadi bukti bahwa perempuan punya peran besar dalam membentuk masa depan dunia digital.
Mengubah Wajah Ekosistem Gaming
Kehadiran KARIS menjadi angin segar di tengah ekosistem gaming Indonesia. Selama ini perempuan mungkin lebih banyak dikenal sebagai player, tapi KARIS membuktikan bahwa mereka juga mampu menjadi kreator dan publikator gim yang kompetitif.
Ratu Aida, Co-Founder KARIS, menekankan bahwa Hari Kartini adalah pengingat bahwa perempuan bisa membangun dunia digital mereka sendiri. Melalui kolaborasi di platform yang aksesibel seperti Roblox, para kreator perempuan ini tidak hanya berbagi ide, tapi juga ikut ambil bagian dalam ekonomi kreator digital yang tengah berkembang pesat.
Lebih dari Sekadar Komunitas
KARIS kini telah bertransformasi menjadi ruang kreasi yang suportif. Kehadiran “Act Normal for 30 Days” diharapkan menjadi pemantik rasa percaya diri bagi perempuan Indonesia lainnya untuk mulai berkarya dan mengasah skill teknis mereka.
Dukungan penuh dari Roblox terhadap komunitas seperti KARIS juga membuka peluang ekspresi yang lebih luas bagi kreator lokal. Ini bukan lagi soal hobi semata, melainkan tentang bagaimana ide-ide segar bisa membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas kreator di Indonesia. [popred]