Selama satu milenium, Persia berkuasa melalui empat kekaisaran dan membentuk sejarah Timur Tengah. (photo credit: William Ambrose Spicer/Wikipedia)
Bedah Tuntas 4 Era Emas Kekaisaran Persia yang Bikin Timur Tengah Jadi Episentrum Budaya Dunia.
BOGOR, POPERS.ID | Kalau dengar kata Persia, lo pasti langsung ingat King Xerxes yang hobi perang lawan Yunani di film 300. Padahal, sejarah asli Persia itu jauh lebih deep dan panjang banget, bahkan sampai lewat dari seribu tahun. Kebudayaan mereka bukan cuma soal perang, tapi juga soal seni, arsitektur, sampai sistem politik yang jadi kiblat Timur Tengah sampai sekarang.
Secara garis besar, lo bisa bagi sejarah mereka jadi empat era utama: Akhemenid, Seleukid, Parthia, dan Sassanian. Kali ini, kita bakal kupas tuntas gimana awalnya mereka muncul dari kaum nomaden sampai jadi penguasa dunia.
Akhemenid: Berawal dari Kaum Nomaden yang Menetap
Kisah empat kekaisaran Persia kuno yang membentuk sejarah Timur Tengah dimulai dari Kekaisaran Akhemenid. Sekitar tahun 1000 SM, sekelompok kaum nomaden Persia mulai menetap di wilayah Dataran Tinggi Iran bagian barat. Di sana, mereka hidup bareng penduduk asli yang namanya bangsa Elam.
Awalnya, para penguasa Akhemenid ini cuma mimpin kota Elam yang namanya Anshan. Mereka bahkan sempat pakai gelar-gelar kerajaan dari Elam sebelum akhirnya punya identitas sendiri. Kalau lo cek artefak sejarah kayak Cyrus Cylinder atau Behistun Inscription, lo bakal nemu silsilah raja-raja mereka yang ditarik sampai ke sosok Teispes. Puncaknya ada di tangan Cyrus II, atau yang lebih kita kenal sebagai Cyrus Agung, sang founder resmi kekaisaran ini.
Kudeta Cyrus Agung dan Runtuhnya Dominasi Media
Di bawah kepemimpinan Cyrus Agung, Persia menjadi kekaisaran adikuasa pertama dalam sejarah. Kekaisarannya berpusat di Iran. (photo credit: Walter Hutchinson/Wikipedia)
Sebelum Persia jadi bos besar, wilayah Iran sebenarnya didominasi sama bangsa Media. Tapi pada tahun 550 SM, Cyrus memutuskan buat ambil alih kekuasaan. Dia menggulingkan pemerintahan Media dan merebut ibu kota mereka, Ecbatana.
Kemenangan ini otomatis bikin wilayah kekuasaan Persia meluas drastis. Nggak cuma itu, manuver Cyrus ini juga bikin Persia langsung head-to-head sama kekuatan besar lain di zaman itu, kayak Lydia dan Kekaisaran Neo-Babilonia. Ini adalah momen krusial yang menandai dimulainya era ekspansi besar-besaran bangsa Persia di panggung dunia.
Skill Perang dan Politik yang Solid
Cyrus Agung bukan orang sembarangan. Dia adalah anak dari Cambyses I dan Mandane dari Media. Sebagai anak bangsawan, dia dididik keras buat menguasai taktik perang dan diplomasi politik. And it worked.
Tahun 546 SM, Cyrus berhasil mengalahkan Raja Croesus dari Lydia dan merebut wilayah Sardis. Meskipun sempat ada drama pemberontakan dari bawahannya yang bernama Pactyes, Cyrus nggak tinggal diam. Dia butuh waktu sekitar empat tahun buat benar-benar meredam konflik itu sampai akhirnya menang mutlak.
Ekspansi ke Asia Tengah hingga Babilonia
Setelah urusan di Ecbatana beres, Cyrus nggak lantas santai. Karena banyak wilayah bekas jajahan Media yang mencoba memberontak, dia langsung tancap gas ke Asia Tengah. Di sana, dia membangun kota-kota militer atau garnisun, salah satunya yang paling terkenal adalah Cyropolis.
Ambisi Cyrus berlanjut ke Babilonia pada tahun 539 SM. Pasukan Cyrus berhasil menghancurkan pertahanan Babilonia di Opis. Hebatnya, dia bisa merebut kota Babilonia tanpa perlawanan yang berarti. Raja Babilonia saat itu, Nabonidus, berakhir jadi tawanan dan reputasinya hancur di mata rakyatnya sendiri. Kemenangan ini makin mengukuhkan posisi Persia sebagai superpower yang mengubah wajah Timur Tengah selamanya.