Connect with us

Banner Film Aku Harus Mati Bikin Ketua IDAI Murka: Visual Sampah!

Entertainment

Banner Film Aku Harus Mati Bikin Ketua IDAI Murka: Visual Sampah!

Ketua IDAI dan banner film Aku Harus Mati yang kontroversial. (Foto: Instagram)

Kontroversi banner film Aku Harus Mati yang diprotes keras Ketua IDAI karena ancam mental health remaja.

POPERS.ID, BOGOR | Dunia per-film-an Indonesia lagi kena semprot nih. Kali ini bukan soal kualitas aktingnya, tapi gara-gara strategi marketing yang dinilai toxic banget buat mental health. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, secara terbuka menyatakan keberatan keras sama banner film berjudul Aku Harus Mati.

Menurut dr Piprim, visual iklan ini bukan cuma sekadar promosi, tapi sudah masuk kategori berbahaya buat anak-anak dan remaja yang lagi struggle sama kesehatan mental mereka.

Trigger Warning buat Gen Z yang Lagi Galau

dr Piprim nggak main-main soal keresahannya ini. Lewat sebuah unggahan di Threads pada Senin (6/4/2026), beliau langsung mention Presiden karena melihat angka kasus gangguan mental pada remaja yang terus naik.

Bayangin aja, kalau ada remaja yang lagi merasa di titik terendah atau lagi healing dari depresi, terus tiba-tiba di jalan raya melihat banner raksasa bertuliskan “Aku Harus Mati”. Menurut dr Piprim, kalimat itu bisa jadi pemicu alias trigger yang sangat kuat untuk menginspirasi tindakan bunuh diri.

Beliau bahkan secara blak-blakan menyebut materi promosi tersebut sebagai “banner sampah” yang nggak seharusnya diberi ruang di publik. Sebagai dokter anak, dr Piprim merasa punya tanggung jawab besar untuk mencegah adanya pesan-pesan yang bisa merusak psikis generasi muda.

Gercep! Pemprov DKI Jakarta Langsung Take Down

Protes keras dari Ketua IDAI ini ternyata langsung didengar oleh pemerintah daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung ambil tindakan tegas dengan melarang pemasangan banner film tersebut di area publik ibu kota.

Nggak butuh waktu lama, petugas di lapangan langsung diperintahkan untuk mencopot semua banner film Aku Harus Mati yang sudah terlanjur mejeng di jalanan Jakarta. Langkah cepat ini pun langsung dapet apresiasi tinggi dari pihak IDAI.

“Keren Pemprov DKI Jakarta, mencopot banner yang meresahkan,” tulis dr Piprim menyambut keputusan tegas tersebut.

Kenapa Visual Seperti Ini Bahaya?

Bagi para filmmaker atau tim marketing, judul yang eye-catching memang penting buat dapetin perhatian penonton. Tapi dalam konteks ini, ada batas etik jurnalistik dan kemanusiaan yang terlewati. Menggunakan diksi kematian yang eksplisit di tempat umum punya risiko besar terhadap copycat suicide atau perilaku meniru pada kelompok rentan.

Kesehatan mental anak Indonesia sekarang jadi prioritas utama. Harapannya, kejadian ini bisa jadi pelajaran buat para pelaku industri kreatif supaya lebih aware dan nggak cuma ngejar hype tapi malah mengabaikan keselamatan mental audiensnya.

source article: inews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Entertainment

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top