Ilustrasi. Grab Holdings Limited resmi mengakuisisi bisnis pengantaran milik Delivery Hero SE di Taiwan, Foodpanda. (Ilusutrasi: AI)
Grab resmi akuisisi Foodpanda Taiwan senilai Rp10 Triliun, perluas jangkauan bisnis pengantaran makanan ke luar Asia Tenggara mulai 2026.
BOGOR, POPERS.ID | Raksasa ride-hailing Grab baru saja bikin gebrakan besar di pasar Asia. Nggak main-main, perusahaan yang identik dengan warna hijau ini resmi mengakuisisi unit bisnis Foodpanda di Taiwan dari Delivery Hero SE. Nilai transaksinya tembus US$600 juta atau sekitar Rp10 triliun.
Langkah ini jadi sejarah baru buat Grab karena untuk pertama kalinya mereka ekspansi ke luar wilayah Asia Tenggara. Dengan masuk ke Taiwan, negara ini bakal jadi pasar ke-9 buat aplikasi yang didirikan Anthony Tan tersebut.
Ekspansi Natural dan Strategis
CEO Grab, Anthony Tan, menyebut kalau aksi korporasi ini adalah natural expansion. Menurutnya, Taiwan punya potensi gede banget buat urusan food and grocery delivery. Grab melihat peluang buat mengintegrasikan teknologi AI mereka dengan basis massa Foodpanda yang sudah kuat di sana.
“Ini bakal jadi pasar ke-9 kami dan yang pertama di luar South East Asia,” ungkap Anthony dalam keterangan resminya, Rabu (25/3/2026).
Senada dengan itu, CEO Delivery Hero, Niklas Östberg, juga merasa deal ini sangat menguntungkan. Apalagi skema transaksinya dilakukan secara tunai alias cash-free dan debt-free.
Performa Foodpanda Taiwan yang Menggiurkan
Kenapa Grab berani bayar mahal? Jawabannya ada di data. Foodpanda Taiwan punya fundamental yang oke banget. Sepanjang 2025 saja, nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) mereka mencapai US$1,8 miliar. Selain itu, unit bisnis ini sudah mencetak profit secara adjusted EBITDA.
Nantinya, Grab bakal langsung punya tonggak bisnis di 21 kota di Taiwan. Rencananya, proses integrasi platform, termasuk migrasi pengguna dan mitra dari Foodpanda ke aplikasi Grab, bakal dikebut sampai selesai di awal 2027.
Dampak Cuan buat Grab
Secara finansial, akuisisi ini diprediksi bakal kasih suntikan positif buat pendapatan Grab di tahun 2026. Proyeksi pendapatan mereka ada di angka US$4,04 miliar hingga US$4,10 miliar.
Meskipun sudah belanja besar, Grab tetap optimis bisa menjaga target adjusted EBITDA di rentang US$700 juta sampai US$720 juta. Kalau semua lancar dan direstui regulator, transaksi ini ditargetkan beres pada paruh kedua 2026.