Ilustrasi. OpenAI menutup Sora, aplikasi video AI yang menjanjikan. Keputusan ini mengejutkan, berdampak pada kerjasama dengan Disney. (Foto: popers.id/AI)
Aplikasi video AI Sora resmi ditutup oleh OpenAI tanpa alasan jelas, berdampak ke kerja sama dengan Disney dan arah strategi perusahaan ke depan.
BOGOR, POPERS.ID | Keputusan mengejutkan datang dari OpenAI. Perusahaan ini resmi menutup Sora, aplikasi video berbasis kecerdasan buatan yang sempat viral dan jadi sorotan industri kreatif.
Sora sebelumnya digadang sebagai terobosan besar di ranah video generatif. Lewat teknologi ini, pengguna bisa bikin video hanya dari teks. Bahkan, platform ini sempat menarik perhatian pemain besar industri hiburan seperti Disney.
Namun, perjalanan Sora ternyata tidak panjang. Setelah diluncurkan pada 2024 dan berkembang pesat sepanjang 2025, kini layanan tersebut resmi dihentikan.
OpenAI mengumumkan penutupan ini lewat akun resmi X mereka. “Kami mengucapkan selamat tinggal pada Sora. Terima kasih kepada semua yang berkarya, berbagi, dan membangun komunitas bersama Sora. Apa yang kalian buat berarti, dan kami tahu kabar ini mengecewakan,” tulis mereka, dikutip dari 9to5 Google, Selasa (24/3).
Penutupan ini juga berdampak langsung ke kerja sama antara OpenAI dan Disney. Sebelumnya, kolaborasi tersebut memungkinkan penggunaan IP resmi Disney di dalam Sora.
Disney merespons keputusan ini dengan nada profesional. Mereka menyatakan tetap menghormati langkah OpenAI yang memilih mundur dari bisnis video generatif.
“Kami menghargai kerja sama yang konstruktif dan pelajaran yang kami peroleh. Ke depan, kami akan terus berkolaborasi dengan platform AI untuk menjangkau penggemar secara lebih luas, dengan tetap menghormati hak kekayaan intelektual dan kreator,” ujar pihak Disney, dikutip dari Variety.
Meski tidak ada alasan resmi yang dijelaskan, sejumlah analis melihat ada faktor besar di balik keputusan ini. Salah satunya adalah tingginya biaya pengembangan teknologi video generatif yang dikenal sangat resource-heavy.
Selain itu, OpenAI juga disebut sedang mengalihkan fokus ke prioritas lain, termasuk persiapan menuju IPO pertama mereka.
Langkah ini mempertegas arah strategi OpenAI yang kini lebih fokus ke produk inti seperti ChatGPT dan pengembangan model GPT terbaru, dibanding mempertahankan aplikasi video yang dinilai lebih kompleks dan mahal untuk dijalankan.