International News

Trump Ditinggal Sendirian? Sekutu AS Pecah, Eropa Tegaskan Tak Mau Ikut War Lawan Iran!

Published on

(Illustration: AI)

Aliansi NATO memanas, Jerman hingga Prancis kompak pasang badan ogah bantu Donald Trump serang Iran demi stabilitas domestik.

BOGOR, POPERS.ID | Hubungan transatlantik lagi berada di titik nadir. Rencana besar Presiden AS Donald Trump untuk menggempur Iran ternyata nggak dapet sambutan hangat dari bestie lamanya di Eropa. Alih-alih kasih dukungan militer, negara-negara besar kayak Jerman, Prancis, hingga Spanyol justru kompak bilang “no” dan memilih buat jaga jarak dari ambisi Washington.

Jerman Pilih Absen, Friedrich Merz Ragukan Strategi AS

Kanselir Jerman Friedrich Merz secara terbuka menunjukkan keraguannya terhadap langkah militer yang diambil Trump. Merz merasa Washington main ambil keputusan sendiri tanpa diskusi matang dengan sekutu di Eropa.

“Washington belum konsultasi sama kita dan nggak bilang kalau butuh bantuan Eropa,” ujar Merz di depan parlemen, Kamis (19/3/2026). Ia menegaskan kalau Jerman nggak bakal kirim pasukan atau kapal perang ke Selat Hormuz selama konflik ini terus berjalan.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, juga nambahin kalau perang ini bukan tanggung jawab mereka. “Ini bukan perang kita, bukan kita juga yang mulai,” tegasnya.

Prancis dan Spanyol Ogah Jadi ‘Bawahan’

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga setali tiga uang. Macron menegaskan kalau Prancis bukan pihak yang terlibat dalam konflik ini. Daripada ikut campur urusan militer AS, Prancis lebih milih buat bikin koalisi internasional sendiri bareng negara-negara Asia kayak India buat jagain jalur perdagangan di Selat Hormuz tanpa campur tangan Amerika.

Di sisi lain, tensi antara Spanyol dan AS juga makin panas. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut serangan ke Iran sebagai tindakan yang ceroboh dan ilegal. Meski Trump sempat kasih ancaman bakal mutus hubungan dagang kalau Spanyol nggak kasih izin penggunaan pangkalan militer, Madrid tetap pada pendiriannya.

“Kita nggak bakal jadi bawahan siapa pun. Kita nggak toleransi ancaman apa pun demi bela nilai-nilai kita,” kata Wakil PM Spanyol, Maria Jose Montero.

Publik Eropa Kompak Menolak Perang

Nggak cuma pemerintahnya aja yang vokal, masyarakat di Eropa juga mayoritas kontra sama perang ini. Berdasarkan data terbaru, berikut tingkat penolakan warga Eropa terhadap keterlibatan perang Iran:

  • Inggris: 49% menolak, cuma 28% yang setuju.
  • Jerman: 58% warga ogah ikut campur, hanya 25% yang mendukung.
  • Spanyol: 68% masyarakat tegas menolak perang.

Di Inggris, PM Keir Starmer bahkan kena sindir Trump yang menyebutnya “bukan Winston Churchill”. Meski Starmer sering dikritik di dalam negeri, para politisi Inggris justru membela sang PM dari ejekan Trump yang dianggap kekanak-kanakan.

Apa yang Ditakutkan Eropa?

Alasan utama kenapa Sekutu AS Pecah adalah karena tujuan perang yang nggak jelas. Para pejabat di Eropa merasa visi militer AS dan Israel kali ini terlalu berisiko, terutama kalau tujuannya cuma buat ganti rezim di Iran.

Eropa lebih milih jalur de-eskalasi dan pembicaraan politik daripada harus boncos gara-gara perang yang nggak jelas ujungnya. Selain itu, mereka juga waspada kalau Trump bakal pakai isu ini buat nekan Ukraina atau ngerusak komitmen AS di NATO.

Langkah berani Eropa yang menegaskan ke Trump tak mau terlibat perang Iran ini jadi bukti kalau mereka sekarang lebih mentingin kedaulatan dan keamanan kawasan sendiri dibanding sekadar jadi pengikut setia Gedung Putih.

Gimana menurut kamu, apakah langkah Eropa ini bakal bikin Trump melunak atau malah bikin hubungan mereka makin retak?

source article: cnbcindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version