Waspada modus penipuan WhatsApp jelang lebaran 2026. Simak panduan lengkap setting keamanan WA agar akun tidak kena hack atau sadap saat mudik.
BOGOR, POPERS.ID | Momen menjelang Lebaran biasanya jadi “panen raya” buat para pelaku cyber crime. Modusnya makin beragam, mulai dari kiriman paket fiktif sampai undangan buka bersama palsu yang ujung-ujungnya pengen ambil alih akun WhatsApp kamu. Gak mau kan saldo m-banking ludes atau kontak kamu di-spam pinjol cuma gara-gara akun WA kena hack?
Sebenarnya, WhatsApp sudah punya benteng pertahanan yang solid. Masalahnya, banyak dari kita yang mager buat otak-atik settings. Padahal, cara mengaktifkannya cuma butuh waktu kurang dari 5 menit.
Biar aktivitas chatting bareng keluarga dan gebetan tetap aman saat mudik, yuk lakuin 6 langkah preventif ini sekarang juga.
1. Pasang Pagar Berlapis dengan Two-Step Verification
Ini adalah proteksi paling krusial. Two-step verification atau verifikasi dua langkah bakal minta PIN enam angka setiap kali ada orang yang mencoba mendaftarkan nomor kamu ke perangkat baru. Jadi, meskipun kartu SIM kamu di-clone, hacker tetap gak bisa masuk tanpa PIN ini.
Cara mengaktifkannya:
Buka WhatsApp > Settings (Pengaturan).
Pilih menu Account (Akun).
Klik Two-Step Verification (Verifikasi Dua Langkah).
Masukkan 6 digit PIN rahasia dan alamat email aktif sebagai recovery tool.
2. Kunci Aplikasi Pakai Biometric (App Lock)
Jangan biarkan teman yang pinjam HP atau orang asing bisa leluasa baca chat pribadi kamu. Pakai fitur App Lock supaya WhatsApp hanya bisa terbuka lewat sidik jari (fingerprint) atau pemindaian wajah (Face ID).
Cara mengaktifkannya:
Buka Settings > Privacy.
Scroll ke bawah, klik App Lock.
Aktifkan pilihan Unlock with biometric dan pilih durasi penguncian (pilih Immediately biar lebih aman).
3. Sembunyikan Status ‘Last Seen’ & Online
Kadang, hacker memantau jam aktif kamu untuk melancarkan aksinya. Mematikan fitur Last Seen dan status Online bisa bikin kamu lebih lowkey dan menjaga privasi dari orang-orang yang gak dikenal.
Cara mengaktifkannya:
Buka Settings > Privacy.
Klik Last seen & online.
Ubah opsinya menjadi My Contacts atau Nobody agar tidak semua orang bisa memantau aktivitasmu.
4. Stop Grup Random yang Gak Jelas
Pernah tiba-tiba masuk grup investasi bodong atau grup gak jelas? Itu tandanya setelan privasi grup kamu masih terbuka untuk umum. Ini bahaya karena nomor kamu bisa tersebar ke banyak orang asing sekaligus.
Cara mengaturnya:
Masuk ke Settings > Privacy.
Pilih menu Groups.
Ubah dari Everyone menjadi My Contacts. Dengan begini, hanya orang yang nomornya kamu simpan yang bisa mengundang kamu ke grup.
5. Audit Perangkat yang Terhubung (Linked Devices)
Coba cek sekarang, jangan-jangan WhatsApp kamu lagi “diintip” lewat perangkat lain. Fitur Linked Devices memungkinkan kita melihat daftar komputer atau tablet yang sedang mengakses akun WA kita secara real-time.
Cara mengeceknya:
Di halaman utama WhatsApp, klik titik tiga di pojok kanan atas (Android) atau Settings (iOS).
Pilih Linked Devices.
Lihat daftar perangkatnya. Kalau ada yang asing (misal: Chrome di Windows padahal kamu gak punya laptop), langsung klik perangkat tersebut dan pilih Log Out.
6. Aktifkan Notifikasi Keamanan
WhatsApp punya fitur Security Notifications yang bakal kasih tahu kamu kalau kode keamanan antara kamu dan teman chat berubah. Ini biasanya jadi indikator kalau ada aktivitas mencurigakan pada akun salah satu pihak.
Cara mengaktifkannya:
Buka Settings > Account.
Pilih Security Notifications.
Geser tombol ke arah aktif pada pilihan Show security notifications on this device.
Keamanan digital itu tanggung jawab masing-masing. Jangan sampai euforia Lebaran rusak gara-gara kecerobohan kecil. Stay safe and keep your data private!