City Corner

Uhuy! Cara Komeng Ajak Ibu-ibu Cililin Melek Pancasila Sambil Ngelawak

Published on

Alfiansyah Komeng sedang memaparkan 4 Pilar MPR RI. (Foto: Ist)

Anggota DPD RI Komeng gelar sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Cililin dengan gaya santuy dan humoris bareng emak-emak majelis taklim.

POPERS.ID, BANDUNG BARAT | Cililin mendadak pecah! Senin 16 maret 2026 siang, suasana pengajian di Desa Cililin yang biasanya kalem berubah jadi penuh tawa. Ternyata, aktor di baliknya adalah Alfiansyah Bustami alias Komeng. Anggota DPD RI asal Jawa Barat ini mampir buat menjalankan tugasnya sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan ibu-ibu Majelis Taklim.

Acara ini berlokasi di Jalan Kaum Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Meski cuaca lagi panas-panasnya, para warga tetap semangat standby dari jam dua siang. Mereka ingin mendengar langsung paparan soal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dari sang senator yang punya jargon uhuy ini.

Pancasila Bukan Cuma Buat Dihafal Komeng membawa vibe baru dalam edukasi politik. Menurutnya, obrolan soal kebangsaan tidak perlu dibawa kaku atau serius banget. Dia berpesan kepada para ibu agar menjadi garda terdepan dalam menanamkan cinta tanah air ke anak-anak sejak dini.

Gaya bicaranya tetap human dan penuh bumbu komedi. Komeng sempat nyeletuk kalau Pancasila itu jangan cuma diingat di sekolah saja, tapi juga harus dipraktikkan sampai ke urusan dapur. Membantu tetangga yang lagi kesusahan, menurut Komeng, sudah menjadi wujud nyata dari pengamalan sila kedua.

Diskusi Seru dari Politik Sampai Masalah HP Sesi tanya jawab jadi momen yang paling ditunggu. Ada warga bernama Ibu Aminah yang curhat soal cara menjaga kerukunan di lingkungan RT kalau lagi ada beda pilihan politik. Komeng menjawab dengan analogi bumbu masak. Dia bilang kalau semua rasa sama, masakan bakal hambar. Perbedaan justru yang bikin hidup lebih berwarna, asalkan tetap ingat semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

(Foto: Ist)

Pertanyaan lain datang dari Ibu Ratna soal peran nyata Komeng di senayan. Dengan gaya santai, Komeng menjelaskan tugasnya sebagai penyambung lidah rakyat Jawa Barat ke pemerintah pusat. Dia berjanji bakal terus fokus mengawal isu budaya dan kesejahteraan masyarakat kecil.

Nggak ketinggalan, ada juga bahasan soal anak muda yang mulai terpengaruh budaya asing. Komeng mengingatkan para orang tua agar tidak sekadar memberikan ponsel supaya anak diam. Orang tua harus jadi filter utama dan rajin mengajak anak ngobrol soal etika serta sopan santun. Dia berharap jangan sampai anak-anak zaman sekarang lebih hafal lagu luar negeri dibanding lagu kebangsaan sendiri.

Agenda ditutup dengan sesi foto bareng yang penuh keceriaan. Kehadiran Komeng di Cililin ini membuktikan kalau bicara soal negara bisa dilakukan dengan cara yang ringan, asyik, dan tetap kena ke hati masyarakat. [popred]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version