City Corner

Bawa Tawa ke Majelis Taklim, Komeng Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Bandung Barat

Published on

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Barat, Alfiansyah Komeng, hadir langsung dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di RT 001 RW 007, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Foto dok. popers.id)

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Bandung Barat bareng Komeng berlangsung santai, penuh tawa, tapi tetap sarat pesan kebangsaan.

POPERS.ID, BANDUNG BARAT | Pagi di Kampung Bantar Gedang, Desa Mekarsari, langsung pecah oleh tawa warga. Bukan karena acara hiburan, tapi karena agenda resmi negara yang dikemas beda dari biasanya.

Alfiansyah Komeng hadir langsung dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di RT 001 RW 007, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin (06/04).

Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan jamaah Majelis Taklim sudah berkumpul. Mayoritas ibu-ibu tampak antusias. Bukan cuma ingin dapat ilmu, tapi juga penasaran lihat langsung sosok komedian legendaris yang kini duduk di kursi DPD RI.

(Foto dok. popers.id)

Alih-alih kaku, suasana justru cair. Komeng menyampaikan materi soal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan gaya santai khasnya. Pesan serius terasa ringan dan mudah dipahami.

“Negara kita ini ibarat rumah besar. Kalau tiangnya nggak kuat, ya rubuh. Ibu-ibu juga harus jadi pilar di rumah tangga, jaga kerukunan biar nggak ‘uhuy’ terus tiap hari karena berantem,” ujar Komeng, disambut tawa peserta.

Sesi Diskusi: Serius Tapi Santai

(Foto dok. popers.id)

Dalam sesi tanya jawab, suasana diskusi berlangsung cair dan penuh interaksi. Ibu Aminah menanyakan bagaimana peran ibu-ibu desa dalam menjaga 4 Pilar dalam kehidupan sehari-hari. Komeng menjawab bahwa semuanya bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Ia mengajak para ibu untuk mengajarkan anak dan cucu saling menghormati, tidak mudah percaya hoaks di grup WhatsApp, serta tetap menjaga hubungan baik meski berbeda pendapat dengan tetangga. Menurutnya, nilai Pancasila harus dipraktikkan melalui gotong royong, bukan saling menjatuhkan.

Pertanyaan berikutnya datang dari Ibu Siti yang menyoroti potensi wisata dan UMKM di Bandung Barat. Ia menanyakan bagaimana 4 Pilar bisa mendorong kemajuan ekonomi masyarakat. Komeng menjelaskan bahwa semangat gotong royong dalam 4 Pilar bisa diterapkan dalam bentuk kerja sama ekonomi, seperti membangun koperasi atau usaha bersama. Ia juga menegaskan bahwa dirinya di DPD terus mendorong agar potensi seni, budaya, dan ekonomi daerah di Jawa Barat mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat agar masyarakat semakin mandiri.

Sementara itu, Ibu Ratna menyampaikan harapan agar Komeng tidak melupakan warga setelah sibuk di Jakarta. Menanggapi hal tersebut, Komeng menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Ia memastikan bahwa suara warga akan tetap ia ingat, sambil menyelipkan candaan khas yang kembali memancing gelak tawa dari peserta.

Edukasi Politik Nggak Harus Serius

Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Kehadiran Komeng jadi bukti bahwa edukasi kebangsaan tidak harus formal dan kaku.

Dengan pendekatan santai, pesan tentang persatuan dan nilai-nilai negara justru lebih mudah diterima. Di tangan Komeng, sosialisasi 4 Pilar bukan cuma jadi forum edukasi, tapi juga ruang kebersamaan yang hangat dan penuh tawa. [popred]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version