Jimmy Kimmel, Conan O’Brien and Javier Bardem at the 98th Annual Oscars held at Dolby Theatre on March 15, 2026 in Hollywood, California. (Photo Credit: Rich Polk/Penske Media/Getty Images; Frank Micelotta/Disney/Getty Images; Patrick T. Fallon/AFP/Getty Images)
Beberapa pemenang dan presenter di Oscars 2026 menyuarakan kritik soal perang, kekerasan senjata, hingga politisi dunia. Dari Javier Bardem sampai Jimmy Kimmel, panggung film berubah jadi ruang komentar politik.
BOGOR, POPERS.ID | Ajang Academy Awards 2026 atau Oscars tahun ini sebenarnya berjalan seperti biasa. Banyak pemenang menyampaikan pidato kemenangan yang standar. Namun di beberapa momen, panggung paling prestisius di dunia film itu tiba-tiba berubah jadi ruang kritik politik.
Sejumlah aktor, pembuat film, hingga presenter memanfaatkan waktu singkat di mikrofon untuk menyinggung isu besar dunia. Mulai dari perang, kekerasan senjata di Amerika, sampai kritik terhadap politisi.
Javier Bardem Buka dengan Pesan Anti Perang
Aktor Spanyol Javier Bardem menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Saat naik ke panggung untuk mengumumkan pemenang Best International Feature Film, Bardem langsung menyampaikan pesan singkat yang cukup kuat.
Ia mengatakan, “No to war and free Palestine.” Saat itu Bardem juga terlihat mengenakan pin protes perang Irak tahun 2003 di jasnya. Film Sentimental Value akhirnya diumumkan sebagai pemenang kategori tersebut.
Sutradara Sentimental Value Kritik Politisi
Setelah menerima Oscar, sutradara Joachim Trier juga menyampaikan pesan politik dalam pidatonya. Ia mengutip penulis Amerika James Baldwin yang mengatakan bahwa semua orang dewasa memiliki tanggung jawab terhadap anak-anak.
Trier kemudian mengingatkan publik agar tidak memilih politisi yang tidak serius melindungi generasi muda. Di ruang konferensi pers setelah acara, Trier menjelaskan alasannya mengangkat isu tersebut.
Ia mengaku sangat terpukul melihat penderitaan anak-anak di berbagai konflik dunia. Menurutnya, anak-anak di Palestina, Ukraina, dan Sudan menjadi korban perang, sementara akuntabilitas terhadap tragedi itu masih sangat minim.
Film Dokumenter Soal School Shooting Bikin Haru
Isu sosial juga muncul dalam kategori Best Documentary Short yang dimenangkan film All the Empty Rooms. Film ini mengikuti proyek jurnalis Steve Hartman dan fotografer Lou Bopp yang selama tujuh tahun mendokumentasikan kamar kosong milik anak-anak korban penembakan di sekolah Amerika.
Sutradara Joshua Seftel menyebut empat anak yang menjadi fokus film tersebut: Hallie, Gracie, Dominic, dan Jackie. Salah satu momen paling emosional datang dari Gloria Cazales, ibu dari Jackie. Ia mengatakan putrinya baru berusia sembilan tahun saat tewas dalam tragedi penembakan di Uvalde.
Menurutnya, kamar Jackie sampai sekarang tetap dibiarkan seperti hari terakhir sebelum tragedi itu terjadi. Cazales juga menyoroti fakta bahwa kekerasan senjata kini menjadi penyebab kematian nomor satu bagi anak-anak dan remaja di Amerika Serikat.
Mr. Nobody Against Putin Soroti Propaganda Perang
Kategori Best Documentary Feature dimenangkan film Mr. Nobody Against Putin. Film ini bercerita tentang seorang guru Rusia yang diam-diam merekam perubahan sekolah di kota kecilnya menjadi pusat rekrutmen militer selama invasi Rusia ke Ukraina.
Sutradara David Borenstein mengatakan film tersebut menggambarkan bagaimana sebuah negara bisa berubah secara perlahan melalui tindakan kecil yang dianggap biasa. Menurutnya, masyarakat sering kali ikut terlibat tanpa sadar ketika propaganda dan kontrol media mulai mendominasi.
Tokoh utama film ini, Pavel Talankin, juga menyampaikan pesan tegas agar semua perang yang terjadi di dunia segera dihentikan. Ia mengatakan banyak negara yang seharusnya melihat bintang jatuh untuk membuat harapan, tetapi justru melihat bom dan drone jatuh dari langit.
Momen politik lainnya datang dari Jimmy Kimmel yang naik ke panggung untuk mempresentasikan kategori dokumenter. Kimmel dikenal sering menyindir mantan Presiden Amerika Donald Trump, dan kali ini ia kembali melontarkan beberapa jokes tajam.
Salah satunya saat ia mengatakan bahwa ada negara yang tidak mendukung kebebasan berbicara. Ia lalu bercanda dengan menyebut Korea Utara dan CBS sebagai contoh. Kimmel juga menyindir film dokumenter tentang Melania Trump yang tidak masuk nominasi.
Conan O’Brien Sudah Ingatkan dari Awal
Host acara Conan O’Brien sebenarnya sudah memberi sinyal sejak awal bahwa malam Oscars tahun ini bisa saja menjadi politis. Dalam monolog pembuka, ia bercanda bahwa jika ada yang tidak suka unsur politik, mereka bisa menonton “Oscars versi alternatif” yang dibawakan Kid Rock di restoran Dave & Buster’s.
Namun di akhir monolognya, O’Brien sempat berbicara lebih serius. Ia mengatakan dunia saat ini sedang menghadapi masa yang penuh ketidakpastian dan ketegangan. Menurutnya, justru di situ seni dan film memiliki peran penting sebagai simbol kolaborasi global.
Oscars 2026 menghadirkan karya dari 31 negara di enam benua, menunjukkan bahwa industri film tetap menjadi ruang kolaborasi lintas budaya di tengah situasi dunia yang tidak stabil.