Iran membantah klaim Donald Trump kemampuan angkatan lautnya telah musnah (Foto: Tasnim)
Respons keras IRGC atas klaim Trump, tantang kapal perang AS masuk Teluk Persia di tengah ketegangan Timur Tengah.
BOGOR, POPERS.ID | Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat makin memanas. Kali ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara terang-terangan memberikan counter keras terhadap klaim Presiden AS, Donald Trump. Iran nggak cuma membantah kalau kekuatan laut mereka sudah habis, tapi mereka juga menantang balik Washington buat membuktikannya langsung di lapangan.
Selat Hormuz Masih dalam Kendali Penuh
Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, menegaskan kalau wilayah Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali total militer Iran. Menanggapi pernyataan Trump yang menyebut angkatan laut Iran sudah lumpuh, Naini justru melempar tantangan terbuka yang cukup berani.
“Katanya Trump sudah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Kalau memang benar, silakan kirim kapal perangnya ke wilayah Teluk Persia sekarang juga,” ujar Naini pada Senin (16/3/2026). Pernyataan ini jadi sinyal kalau Iran merasa masih punya power penuh buat menjaga kedaulatan wilayah perairan mereka.
Data Serangan: 700 Rudal dan Ribuan Drone
Bukan sekadar gertakan lewat kata-kata, Naini juga membeberkan data operasional militer mereka selama konflik berlangsung. Menurut klaimnya, Iran sudah meluncurkan sekitar:
700 Rudal ke berbagai target strategis.
3.600 Drone yang menyasar posisi AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Angka ini ditunjukkan untuk mempertegas kalau sistem pertahanan dan serangan mereka masih sangat aktif, bertolak belakang dengan klaim pihak Gedung Putih.
Syarat Perang Berhenti
Iran menegaskan kalau mereka nggak akan mundur sebelum tujuannya tercapai. Menurut Naini, perang baru akan benar-benar selesai kalau pihak musuh mau mengakui keunggulan militer serta sistem pertahanan yang dimiliki Iran. Fokus mereka saat ini adalah memberikan “hukuman” kepada pihak yang dianggap sebagai agresor melalui serangan yang berkelanjutan.
Situasi di Teluk Persia diprediksi bakal tetap tegang selama kedua belah pihak masih saling lempar klaim dan tantangan militer di wilayah tersebut.