International News

Masjid Al Aqsa Masih Ditutup Israel, Liga Arab: Ini Bisa Picu Krisis Global

Published on

Israel masih menutup Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur, hingga Minggu (15/3) sudah memasuki hari ke-16 (Foto: Ilkha)

Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel memasuki hari ke-16 di tengah Ramadan. Liga Arab menilai langkah itu melanggar hukum internasional dan berpotensi memicu dampak serius bagi stabilitas kawasan.

BOGOR, POPERS.ID | Masjid Al Aqsa Masih Ditutup Israel, Dunia Arab Bereaksi.

Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel masih berlanjut. Hingga Minggu (15/3/2025), kebijakan itu sudah memasuki hari ke-16 sejak pertama kali diberlakukan.

Langkah tersebut langsung memicu reaksi keras dari negara-negara Arab dan Muslim. Liga Arab secara terbuka mengutuk keputusan Israel yang menutup salah satu tempat suci terpenting bagi umat Islam itu, terlebih karena terjadi di tengah bulan Ramadan.

Masjid Al Aqsa yang berada di Yerusalem Timur dikenal sebagai situs suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Setiap Ramadan, kawasan ini biasanya dipenuhi ratusan ribu jemaah dari berbagai wilayah Palestina maupun luar negeri.

Namun tahun ini situasinya berbeda. Aktivitas ibadah dihentikan dan akses ke area masjid ditutup.

Liga Arab: Pelanggaran Hukum Internasional

Dalam pernyataan resminya, Liga Arab menilai penutupan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Organisasi regional itu menegaskan bahwa Israel tidak memiliki hak untuk mencegah umat Muslim menjalankan ibadah di tempat suci mereka.

Liga Arab juga memperingatkan bahwa keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada Palestina, tetapi juga berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.

Menurut mereka, jika situasi terus berlanjut, dampaknya bisa meluas hingga mempengaruhi keamanan regional bahkan global.

Seruan ke Komunitas Internasional

Liga Arab mendesak komunitas internasional untuk turun tangan. Mereka meminta negara-negara dunia memberi tekanan diplomatik kepada Israel agar segera menghentikan kebijakan yang dianggap ilegal tersebut.

Selain itu, Liga Arab menekankan pentingnya menjaga kebebasan beribadah dan menghormati status tempat-tempat suci di Yerusalem.

Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah pecah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, situasi keamanan di wilayah Palestina semakin ketat.

Pembatasan Ibadah di Tepi Barat

Tidak hanya di Al Aqsa, pembatasan ibadah juga terjadi di Masjid Ibrahim di wilayah Tepi Barat.

Pasukan Israel dilaporkan hanya mengizinkan sekitar 50 jemaah untuk beribadah setiap hari di masjid tersebut. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan kondisi normal, terutama saat Ramadan.

Pembatasan ini menambah daftar panjang ketegangan yang terjadi di wilayah Palestina dalam beberapa pekan terakhir.

Bagi banyak umat Muslim di dunia, situasi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut akses ibadah di salah satu situs suci paling penting dalam sejarah Islam.

source: inews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version