Requiem adalah judul yang layak dalam seri Resident Evil. (Capcom)
Resident Evil Requiem review: Eksperimen gila Capcom yang menggabungkan vibe mencekam RE7 dan aksi brutal RE4 dalam satu paket lengkap.
POPERS.ID | Capcom akhirnya nemu formula sakti lewat Resident Evil Requiem. Kalau dulu mereka sempat agak ‘lost’ di RE6 yang terlalu maksa jadi game action, kali ini mereka berhasil ngebuktiin kalau elemen horor murni dan aksi bombastis bisa jalan bareng tanpa bikin player bingung.
Dua POV, Dua Vibe Berbeda
Game ini punya struktur unik dengan dua karakter utama: Grace dan si legendaris Leon S. Kennedy.
Grace adalah agen FBI rookie yang terjebak di hotel terbengkalai tempat ibunya terbunuh. Main pakai Grace itu beneran nail-biting horror. Sudut pandang orang pertama (first-person) bikin setiap suara lantai kayu yang berderit kerasa langsung di depan muka. Grace bukan superhero; tangannya gemetar pas pegang senjata, lari pun sering kesandung. Kamu bakal ngerasain survival horror yang sebenernya, di mana satu peluru itu sangat berharga.
Terus, ada Leon. Di sini Leon tampil sebagai veteran yang udah “kenyang” makan asam garam zombie. Transisi ke Leon mengubah game jadi third-person action-horror yang slick banget. Gerakannya taktis, cara dia reload senjata mirip John Wick, dan tentu saja: roundhouse kick mautnya balik lagi. Leon adalah jawaban buat kamu yang pengen berantem bar-bar lawan gerombolan zombie di tengah kota.
Mekanik “The Girl” yang Bikin Stress
Bermain sebagai Grace jauh lebih menegangkan daripada mengendalikan Leon. (Capcom)
Salah satu bintang utama di Resident Evil Requiem review kali ini adalah munculnya stalker baru bernama The Girl. Tingginya dua meter lebih dengan bentuk tubuh yang terdistorsi kayak makhluk dongeng horor. Dia nggak bisa dibunuh dan hobi ngumpet di langit-langit.
Dinamika antara karakter juga cerdas. Apa yang kamu lakuin pas pakai Grace misalnya nyisain zombie yang nggak pecah kepalanya bakal berpengaruh pas kamu mainin section Leon. Zombie yang tersisa bisa berevolusi jadi “Blister Head” yang jauh lebih mematikan.
Pacing Juara Walau Ada Celah
Struktur ceritanya naik turun dengan pas. Habis dibuat sesak napas sama teror Grace, kamu dikasih “napas” lewat aksi seru Leon. Game ini juga punya replay value yang tinggi khas Resident Evil klasik, lengkap dengan puzzle rumit dan fasilitas rahasia buat dijelajahi.
Sedikit minusnya, ada beberapa bagian linear yang kerasa agak ngebosenin kalau kamu mainin buat kedua atau ketiga kalinya demi ngejar clear time tercepat. Tapi, kekurangan kecil itu langsung ketutup pas kamu berhasil dapet senjata baru atau nemu easter egg buat fans lama.
Secara keseluruhan, Resident Evil Requiem adalah surat cinta buat semua tipe fans RE. Mau yang suka nakut-nakutin diri sendiri atau yang hobi bantai monster, semuanya dapet porsi yang pas.
Gimana, berani nggak ketemu “The Girl” di kegelapan cuma modal korek api? komen dibawah guys!