Prancis mendukung sikap Spanyol yang menolak untuk membantu Amerika Serikat dalam perang melawan Iran (Foto: AP)
Prancis dan Uni Eropa menyatakan dukungan penuh kepada Spanyol setelah Madrid menolak pangkalan militernya dipakai AS untuk menyerang Iran. Ketegangan diplomatik dengan Donald Trump pun memanas.
JAKARTA | Eropa Kompak Bela Spanyol.
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa kembali memanas. Kali ini dipicu oleh keputusan Spanyol yang menolak memberi izin kepada militer Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.
Keputusan Madrid itu langsung memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia bahkan disebut mengancam akan memutus kerja sama perdagangan dengan Spanyol sebagai bentuk tekanan politik.
Namun Spanyol tidak sendirian. Prancis dan Uni Eropa langsung menunjukkan dukungan penuh.
Macron Telepon Langsung PM Spanyol
Stasiun televisi BFMTV melaporkan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez untuk menyampaikan solidaritas.
Menurut pernyataan resmi Istana Elysee, Macron menegaskan dukungan Prancis dan Eropa terhadap Spanyol di tengah tekanan dari Washington.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa Macron menyampaikan solidaritas Eropa-Prancis sebagai respons atas ancaman pemaksaan ekonomi yang diarahkan kepada Madrid.
Pesan politiknya jelas: Eropa tidak ingin ada tekanan sepihak terhadap salah satu negara anggotanya.
Uni Eropa Ikut Pasang Badan
Dukungan juga datang dari Presiden Dewan Eropa Antonio Costa. Ia menegaskan Uni Eropa akan selalu memastikan kepentingan negara-negara anggotanya dilindungi sepenuhnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa konflik ini bukan lagi sekadar urusan bilateral antara AS dan Spanyol, tetapi sudah menyentuh solidaritas blok Uni Eropa.
Pedro Sanchez pun merespons dukungan tersebut dengan ucapan terima kasih kepada Macron serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Lewat akun media sosial X, Sanchez menegaskan sikap politik pemerintahannya.
“Tolak perang. Iya untuk perdagangan, kerja sama, dan kemakmuran,” tulisnya.
Gedung Putih Klaim Spanyol Mulai Melunak
Di sisi lain, Gedung Putih sempat mengklaim situasi berubah. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pemerintah Spanyol mulai bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam beberapa jam terakhir setelah sebelumnya menolak.
Namun klaim itu langsung dibantah oleh pemerintah Spanyol.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albarez menegaskan posisi Madrid tidak berubah. Spanyol tetap tidak mengizinkan pangkalan militernya digunakan untuk operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Ketegangan Baru AS vs Eropa
Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu Eropanya terkait kebijakan luar negeri dan konflik Timur Tengah.
Bagi Spanyol dan sebagian negara Eropa, pendekatan diplomasi dan stabilitas kawasan dianggap lebih penting daripada eskalasi militer baru terhadap Iran.
Sementara bagi Washington, dukungan militer sekutu tetap menjadi bagian penting dalam strategi geopolitiknya.
Perbedaan pandangan inilah yang kini memicu friksi baru di antara negara-negara Barat.