Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan dalam acara Cap Go Meh di Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026). (Foto: Danandaya Arya)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta International Stadium sebagai legacy besar Anies Baswedan. Kini JIS disempurnakan dengan akses KRL Commuter Line dan jembatan penghubung ke Ancol untuk mengatasi masalah parkir.
JAKARTA | Pramono Akui JIS adalah Legacy Besar Anies.
Momen menarik terjadi saat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri perayaan Cap Go Meh di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026). Di hadapan para tamu undangan, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pramono secara terbuka memuji Jakarta International Stadium (JIS) sebagai salah satu legacy terbesar dari kepemimpinan Anies.
Dalam sambutannya, Pramono menyebut stadion megah yang berada di Jakarta Utara itu sebagai pencapaian besar yang kini menjadi kebanggaan Jakarta.
“Dari Mas Anies, legacy yang luar biasa itu adalah JIS,” kata Pramono di hadapan para hadirin.
Pernyataan tersebut menjadi momen simbolis. Apalagi, selama ini JIS dikenal sebagai salah satu proyek infrastruktur paling ikonik yang dibangun pada era kepemimpinan Anies Baswedan.
Namun Pramono menegaskan, pemerintah provinsi saat ini tidak hanya mempertahankan warisan tersebut. Ia juga ingin menyempurnakan fungsi stadion agar semakin mudah diakses masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hingga Anies Baswedan hadiri Cap Go Meh di Glodok dengan diarak barongsai hingga ondel-ondel pada Selasa (3/3/2026). (foto: iNews.id)
Akses JIS Kini Dipermudah dengan Stasiun KRL
Salah satu penyempurnaan yang kini sedang dikebut adalah pembangunan akses transportasi publik menuju Jakarta International Stadium.
Pramono mengatakan, pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan stasiun KRL Commuter Line yang akan langsung melayani kawasan JIS.
Jika proyek ini selesai, masyarakat bisa menuju stadion tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
“Sekarang JIS sudah kita bangun transportasi untuk memudahkan akses. Nanti KRL akan berhenti di JIS. Stasiunnya sudah final dan mudah-mudahan segera selesai,” ujar Pramono.
Kehadiran stasiun KRL di kawasan stadion menjadi langkah penting. Selama ini, salah satu kritik terhadap JIS adalah keterbatasan akses transportasi publik yang memadai, terutama saat ada acara besar seperti pertandingan sepak bola atau konser musik.
Dengan adanya KRL yang berhenti langsung di kawasan stadion, mobilitas penonton diprediksi akan jauh lebih mudah.
JIS Terhubung dengan Ancol Lewat JPO
Selain transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan solusi lain untuk mendukung aktivitas di sekitar stadion.
Pramono mengungkapkan bahwa JIS kini sedang dihubungkan dengan kawasan Ancol melalui pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Jembatan ini dirancang sebagai akses pejalan kaki yang menghubungkan area stadion dengan kawasan wisata Ancol.
Menurut Pramono, proyek tersebut ditargetkan rampung dan diresmikan pada Mei mendatang.
“JIS sekarang sudah kita hubungkan dengan Ancol. Bulan Mei nanti akan diresmikan. Mudah-mudahan Mas Anies juga bisa hadir,” kata Pramono.
Solusi Parkir: Kendaraan Bisa Ditaruh di Ancol
Pembangunan JPO tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Pemerintah DKI ingin menjawab salah satu masalah yang sering dikeluhkan pengunjung JIS, yaitu keterbatasan lahan parkir.
Dengan adanya koneksi ke Ancol, pengunjung stadion nantinya bisa memarkir kendaraan di area wisata tersebut.
Dari lokasi parkir di Ancol, pengunjung cukup berjalan kaki sekitar 350 meter menuju stadion melalui JPO.
“Kenapa dihubungkan dengan Ancol? Karena persoalan parkir akan terselesaikan,” jelas Pramono.
Ia menambahkan, kapasitas parkir di Ancol sangat besar sehingga mampu menampung kendaraan pengunjung dalam jumlah banyak.
“Semua mobil bisa parkir di Ancol, motor juga bisa parkir di sana. Orang hanya perlu berjalan kaki sekitar 350 meter menuju stadion,” ujarnya.
JIS Disebut Jadi Masa Depan Jakarta
Dengan berbagai penyempurnaan yang sedang dilakukan, Pramono optimistis Jakarta International Stadium akan menjadi salah satu pusat kegiatan terbesar di ibu kota.
Tidak hanya untuk pertandingan sepak bola, stadion berkapasitas puluhan ribu penonton itu juga diproyeksikan menjadi venue utama untuk berbagai event besar, mulai dari konser internasional hingga kegiatan publik lainnya.
Pramono bahkan menyebut kawasan JIS sebagai bagian dari masa depan Jakarta.
“Sehingga JIS benar-benar menjadi tempat yang saya sebut sebagai masa depan Jakarta,” kata Pramono.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa proyek JIS akan terus dikembangkan oleh pemerintah provinsi, terlepas dari siapa yang membangun atau melanjutkan pembangunannya.
JIS, Stadion Ikonik yang Terus Dikembangkan
Jakarta International Stadium memang menjadi salah satu proyek infrastruktur paling mencolok di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.
Stadion ini dikenal sebagai stadion modern dengan atap buka-tutup dan fasilitas berstandar internasional. Sejak diresmikan, JIS telah menjadi lokasi berbagai acara besar, baik olahraga maupun hiburan.
Kini, dengan tambahan akses KRL dan koneksi ke Ancol, pemerintah berharap stadion tersebut semakin mudah dijangkau masyarakat.
Jika semua proyek selesai sesuai rencana, JIS tidak hanya menjadi stadion kebanggaan Jakarta, tetapi juga salah satu pusat aktivitas publik terbesar di Indonesia.