Indonesia lagi-lagi mencetak rekor global, tapi kali ini bukan soal prestasi olahraga. Durasi penggunaan HP warga +62 tembus 414 miliar jam, bikin kita jadi negara paling ‘nempel’ sama layar kedua di dunia.
JAKARTA | Baru-baru ini, kabar mengejutkan datang dari laporan firma riset Sensor Tower yang menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia sebagai negara dengan tingkat kecanduan gadget tertinggi. Sepanjang tahun 2025 saja, netizen Indonesia tercatat menghabiskan waktu hingga 414 miliar jam di depan layar ponsel. Angka ini hanya kalah dari India yang nangkring di posisi pertama, namun jauh melampaui Amerika Serikat dan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Fenomena ini ternyata linear dengan data yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa adiksi game online di kalangan pelajar SMA di Indonesia sudah masuk level mengkhawatirkan. Sekitar 33 persen hingga 39 persen siswa SMA masuk dalam kategori kecanduan tingkat sedang hingga berat, jauh di atas rata-rata populasi dunia yang hanya berkisar di angka 1,96 persen sampai 3 persen.
Platform DARA: Teman Curhat Buat yang Susah Lepas dari Game
Menanggapi situasi ini, Komdigi nggak tinggal diam. Pemerintah resmi meluncurkan layanan multiplatform bernama DARA. Platform ini dirancang sebagai wadah konsultasi privat bagi mereka yang merasa sudah mulai kehilangan kontrol akibat bermain game secara berlebihan. DARA hadir karena banyaknya keresahan orang tua terkait perubahan perilaku anak-anak yang terlalu intens dengan dunia virtual.
Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat menutup industri game karena potensinya yang besar dalam mendorong kreativitas. Namun, negara merasa perlu hadir bagi mereka yang sudah terpapar dampak negatif. Melalui DARA, anak muda yang merasa mengalami adiksi bisa mencari pertolongan atau sekadar bercerita dengan aman dan nyaman tanpa merasa dihakimi.
Bagi kamu yang butuh akses ke layanan DARA, caranya cukup simpel. Kamu bisa langsung meluncur ke laman resmi di https://adiksi.igrs.id/ atau melalui WhatsApp Indonesia Game Rating System (IGRS) di nomor 0811806860.
Raja Layar di Asia Tenggara, TikTok Jadi Juara
Bicara soal aplikasi apa saja yang bikin kita betah lama-lama menatap layar, TikTok masih memegang mahkota sebagai aplikasi yang paling sering diakses. Selain media sosial, tren baru juga muncul dari aplikasi short drama seperti Melolo yang angka unduhannya melonjak drastis hingga 329 persen tahun lalu. Sisanya, waktu kita habis untuk aplikasi perbankan, pinjaman online, hingga e-commerce.
Data ini makin mempertegas posisi Indonesia sebagai “Raja Layar” di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, Filipina berada di peringkat ke-8, Vietnam ke-11, dan Thailand ke-15 secara global. Bahkan, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam daftar 20 besar, yang artinya warga mereka jauh lebih “sehat” dalam urusan waktu layar dibandingkan kita.
Kecanduan gadget di Indonesia memang nyata, tapi bukan berarti nggak bisa diatasi. Supaya hidup kamu lebih berimbang, ada beberapa langkah praktis yang bisa mulai diterapkan hari ini:
Tentukan Area Bebas Gadget: Buat aturan tegas untuk diri sendiri, misalnya dilarang pegang HP di meja makan atau saat sudah di atas kasur sebelum tidur.
Batasi Durasi: Gunakan fitur pengingat waktu di ponsel untuk membatasi akses aplikasi yang paling bikin candu.
Alihkan ke Hobi Fisik: Cobalah olahraga atau baca buku fisik buat mengistirahatkan mata dari paparan cahaya biru.
Fokus Saat Bersosialisasi: Simpan HP di dalam tas saat lagi nongkrong bareng teman. Hargai kehadiran orang di depanmu daripada sibuk membalas chat yang nggak mendesak.
Pemerintah sudah menyediakan platform DARA untuk membantu, tapi perubahan paling besar tetap ada di tangan kita sendiri. Menggunakan gadget itu perlu, tapi jangan sampai hidup kita justru dikendalikan olehnya.