International News

Pakistan vs Afghanistan: Fix, Lagi Gak Baik-Baik Saja!

Published on

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut negarnya sedang terlibat perang terbuka dengan Afghanistan (Foto: AP)

Ketegangan di perbatasan memuncak, Menhan Pakistan Khawaja Asif beri peringatan keras ke Taliban Afghanistan soal terorisme dan intervensi India.

JAKARTA | Hubungan bertetangga antara Pakistan dan Afghanistan lagi berada di titik nadir. Bukan cuma sekadar adu mulut di meja diplomasi, situasinya sekarang sudah masuk level yang sangat serius. Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan, Khawaja Asif, baru saja mengeluarkan statement yang bikin publik kaget: negaranya resmi berada dalam status “perang terbuka” dengan Afghanistan.

Konflik yang awalnya cuma gesekan di area perbatasan kini kabarnya sudah mulai meluas ke wilayah yang lebih dalam. Kondisi ini jelas memicu kekhawatiran global soal stabilitas di wilayah Asia Selatan.

Sindiran Keras Khawaja Asif di Media Sosial

Lewat sebuah postingan di platform X (sebelumnya Twitter), Khawaja Asif nggak ragu buat “menunjuk hidung” pemerintahan Taliban di Afghanistan. Ada beberapa poin krusial yang dilempar Asif ke publik yang bikin suasana makin panas:

  • Tuduhan Terorisme: Asif menyebut pemerintahan Taliban sengaja mengumpulkan dan mengirim kelompok teroris ke wilayah Pakistan.
  • Isu HAM: Dia juga menyoroti bagaimana pemerintah Afghanistan saat ini dianggap merampas hak asasi manusia warga mereka sendiri.
  • Proksi India: Ini yang paling sensitif. Pakistan menuduh Afghanistan bertindak sebagai proksi atau perpanjangan tangan India untuk mengganggu stabilitas mereka.

“Saat ini merupakan perang terbuka antara kami dan Anda. Tentara Pakistan tidak datang dari seberang lautan. Kami adalah tetangga Anda, kami tahu seluk-beluk Anda,” tulis Asif dalam unggahannya pada Jumat, 27 Februari 2026. Statement ini seolah memberi pesan kalau militer Pakistan paham betul kelemahan lawan mereka karena faktor geografis.

Respon Tegas PM Shehbaz Sharif

Gak cuma Menhan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga ikut angkat bicara buat menenangkan sekaligus membakar semangat rakyatnya. Sharif menegaskan kalau rakyat dan militer Pakistan sudah dalam posisi standby alias siap sepenuhnya buat melindungi kedaulatan negara.

Menurut Sharif, di bawah komando Marsekal Asim Munir, angkatan bersenjata Pakistan punya kapabilitas lebih dari cukup untuk menghadapi segala bentuk permusuhan. Dia menekankan kalau integritas wilayah adalah harga mati yang nggak bisa ditawar.

“Angkatan bersenjata bertekad untuk tidak membiarkan ancaman apa pun terhadap keselamatan dan keamanan negara,” kata Sharif dengan nada tegas.

Upaya Damai yang Terancam Gagal

Meski bahasanya cukup keras, Sharif sempat menyelipkan pesan kalau sebenarnya Pakistan selalu mengupayakan jalan damai. Namun, perdamaian bukan berarti mereka bakal diam kalau terus-terusan ditekan.

Pihak Pakistan merasa persatuan negara mereka sedang diuji, dan mereka nggak akan ragu buat mengambil tindakan militer yang lebih masif kalau agresi dari pihak Afghanistan terus berlanjut. Sekarang, dunia tinggal menunggu gimana respon balik dari pihak Taliban di Kabul terkait open war declaration ini.

Situasi ini diprediksi bakal bikin tensi geopolitik di kawasan tersebut makin unpredictable dalam beberapa hari ke depan.

source: inews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version