Film Joko Anwar, Ghost in The Cell.(Dok. Film Ghost in The Cell)
railer Ghost in the Cell karya Joko Anwar resmi rilis! Simak sinopsis, daftar pemain, dan alasan kenapa film horor-satir ini wajib masuk watchlist April 2026 kamu.
POPERS.ID | Kabar gembira buat para pecinta sinema tanah air! Setelah sukses bikin heboh di Berlin International Film Festival 2026, film terbaru dari Come and See Pictures berjudul Ghost in the Cell akhirnya resmi merilis official trailer mereka. Film ke-12 dari sutradara kondang Joko Anwar ini dijanjikan bakal jadi tontonan yang nggak cuma serem, tapi juga punya isi yang “daging” banget.
suasana Press Release Ghost in The Cell. (Foto: Eny Handayanih/popers.id)
suasana Press Release Ghost in The Cell. (Foto: Eny Handayanih/popers.id)
Horor yang Nggak Sekadar Jump Scare
Ghost in the Cell mengambil latar di dalam jeruji besi. Kita bakal diajak melihat kengerian sebuah penjara saat para narapidana terjebak dalam ruang terbatas dan harus menghadapi kekacauan yang meneror mereka. Tapi tenang, ini bukan horor biasa yang cuma jual kaget. Joko Anwar mencampurkan unsur supranatural dengan satir politik dan situasi sosial yang lagi relate banget sama Indonesia sekarang.
Visual dan audionya dipastikan bakal memanjakan mata sekaligus bikin bulu kuduk berdiri. Jadi, siapkan diri buat pengalaman sinematik yang beda dari biasanya.
Miniatur Kehidupan di Balik Jeruji
Joko Anwar menyebut kalau cerita dalam Ghost in the Cell sebenarnya adalah cerminan hidup kita sehari-hari. Menurutnya, kondisi kita sekarang itu mirip banget sama orang yang lagi hidup di dalam penjara.
“Penjara itu cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa dan antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” jelas Joko. Uniknya, meskipun premisnya terdengar berat, film ini didesain biar penonton bisa tertawa lepas melihat kekonyolan hidup sendiri.
Proses Produksi yang Sat Set Das Des
Ada fakta menarik di balik layar film ini. Produser Tia Hasibuan mengungkapkan kalau proses syuting Ghost in the Cell cuma memakan waktu 22 hari. Eits, tapi jangan salah, waktu kerjanya cuma setengah hari alias kelar pas jam makan siang!
Pendekatan ini bikin kru dan pemain merasa nyaman dan nggak burnout. Secara teknis, film ini juga tampil beda karena menggunakan teknik one shot take dan hanya terdiri dari 43 scene. Padahal, film normal biasanya punya sekitar 120 scene. Jadi, setiap adegan bakal terasa panjang, intens, dan layaknya menonton pertunjukan teater.
Bertabur Bintang Papan Atas
(Foto: Eny Handayanih/popers.id)
(Foto: Eny Handayanih/popers.id)
Untuk mewujudkan konsep ambisius ini, Joko Anwar memboyong sederet aktor papan atas Indonesia. Abimana Aryasatya didapuk sebagai pemeran utama bernama Anggoro. Abimana mengaku senang karena diberi kebebasan artistik buat mengeksplorasi karakternya.
Selain Abimana, kalian bakal melihat akting keren dari:
Bront Palarae
Rio Dewanto
Lukman Sardi
Tora Sudiro
Morgan Oey
Aming
Endy Arfian
Dan masih banyak lagi talenta berbakat lainnya.
Abimana menambahkan bahwa film ini bakal jadi bahan refleksi buat kita semua. Menurutnya, dari para napi ini kita bisa belajar soal semangat kolektivisme atau kerja bareng saat kita sudah nggak bisa lagi mengandalkan institusi resmi.
Catat Tanggal Mainnya!
Film yang diproduksi oleh Come and See Pictures bareng RAPI Films dan Legacy Pictures ini bakal mulai meneror (dan menghibur) bioskop seluruh Indonesia mulai 16 April 2026. Untuk urusan distribusi internasional, Barunson E&A sudah siap sedia sebagai sales agent global.
Jangan sampai ketinggalan update terbarunya di akun Instagram @comeandseepictures. Ghost in the Cell is coming to haunt and remind us about who we really are! [popred]