Wakil Ketua Umum Kadin (WKU) Bidang Industri Saleh Husin. (Foto: Youtube)
Kadin desak Presiden Prabowo batalkan impor 105.000 pikap dari India senilai Rp24,6 triliun. Impor CBU dinilai ancam industri otomotif nasional.
JAKARTA | Kadin Minta Presiden Prabowo Batalin Impor 105.000 Pikap India: “Ini Lawan Program Industrialisasi!”
Baru-baru ini jagat industri otomotif Tanah Air lagi panas-panasnya. Soalnya, ada rencana gede banget buat ngimpor 105.000 unit mobil pikap dari India. Nilainya gila, sampai Rp 24,66 triliun! Mobil-mobil ini rencananya bakal dipake buat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Tapi, langkah ini langsung disambut respons keras dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Mereka dengan tegas minta Presiden Prabowo Subianto buat segera cabut atau batalin rencana ini. Kadin ngerasa, impor mobil dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) ini bukan cuma salah langkah, tapi bisa bikin industri otomotif dalam negeri jebol.
“Stop Impor CBU, Ini Lawan Program Presiden!”
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Saleh Husin, ngomong blak-blakan soal ini. Katanya, rencana impor ini enggak nyambung sama visi dan program kerja Presiden Prabowo yang pengen banget ngegas industrialisasi.
“Setelah kita denger masukan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kita imbau Bapak Presiden buat batalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga ini,” tegas Saleh Husin, Minggu (22/02/2026).
Mantan Menteri Perindustrian ini juga ngingetin, di satu sisi Presiden lagi mati-matian ngejar pertumbuhan ekonomi 8%. Nah, buat capai target itu, industri dalam negeri harus tumbuh biar ada nilai tambah, lapangan kerja baru, dan efek multiplayer ekonomi.
“Harusnya kita dukung keinginan Bapak Presiden, jangan malah matiin investasi dan industri yang udah susah payah dibangun,” tambahnya.
Industri Lokal Siap, Jangan Impor!
Yang bikin gemes, kata Saleh, pabrikan otomotif dalam negeri tuh sebenernya udah nyatain diri siap banget buat supply mobil pikap buat KDKMP. Jadi, buat apa repot-repot impor dari India?
Kebutuhan gede ini harusnya jadi momen emas buat naikin kelas industri otomotif nasional, bukan malah jadi berkah buat pabrikan luar. Impor CBU itu enggak cuma soal beli mobil, tapi efeknya luas banget ke ekosistem industri yang udah lama terbangun.
Efek Domino ke Industri Komponen: Bisa Ambrol!
Nah, yang paling serem dampaknya itu ke industri komponen otomotif. Ini adalah industri pendukung alias backward linkage dari pabrik perakitan mobil. Kalau banjir impor CBU, otomatis pabrik perakitan lokal produksinya turun. Akibatnya, pemasok komponen kayak mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, sampai elektronik ikut kena pukul.
“Semakin kuat produksi komponen lokal, semakin tinggi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), makin banyak tenaga kerja terserap, dan efek ekonominya makin gede. Tapi kalau pasar dikuasai mobil impor utuh, industri komponen nasional pasti tertekan, dan agenda hilirisasi kita bisa melemah,” ujar Saleh.
Jadi, intinya Kadin minta pemerintah lebih jeli. Jangan sampai program keren kayak Koperasi Desa malah jadi bumerang buat industri sendiri. Impor sih boleh, tapi kalau bisa bikin sendiri kenapa harus beli dari luar?