Connect with us

Viral! Oknum Brimob Aniaya Siswa di Tual Sampai Tewas, Kapolri Angkat Bicara: “Kami Transparan!”

National News

Viral! Oknum Brimob Aniaya Siswa di Tual Sampai Tewas, Kapolri Angkat Bicara: “Kami Transparan!”

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Dok. Polri)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit buka suara soal kasus oknum Brimob Bripda MS yang aniaya siswa di Tual, Maluku hingga tewas. Simak update terbaru, proses hukum, dan status tersangka di sini!

JAKARTA | Kronologi Kejadian: Berawal dari Tuduhan Balap Liar

Gaes, siapa sih yang nggak panas lihat video viral belakangan ini? Seorang oknum anggota Brimob tega menganiaya anak sekolah sampai meregang nyawa. Kejadiannya di Tual, Maluku, tepatnya Kamis dini hari, 19 Februari 2026 lalu. Miris banget, kan? 

Jadi ceritanya, Bripda MS oknum dari Kompi 1 Batalyon C Pelopor Brimob Polda Maluku lagi patroli sama timnya. Mereka dikabarin warga soal keributan di kawasan Tete Pancing. Nah, pas di lokasi, tiba-tiba ada dua motor melaju kencang dari arah Ngadi. Tanpa pikir panjang, Bripda MS ngayunin helm taktis ke arah pengendara. 

Sialnya, ayunan itu kena pelipis kanan AT (14 tahun), seorang siswa MTsN. Korban langsung oleng, jatuh dari motor dengan posisi telungkup. Darah di mana-mana, gaes. Nggak cuma AT, kakaknya yang boncengan, NK (15 tahun), juga ikut jadi korban sampai alami patah tulang. 

Korban sempat dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, tapi nyawanya nggak tertolong. Publik pun geram. Apalagi pas tahu pelakunya adalah aparat yang seharusnya melindungi masyarakat. 

Kapolri Buka Suara: “Proses Transparan, Nggak Ada yang Ditutup-tutupin!”

Nah, karena kasus ini udah viral dan jadi sorotan tajam publik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara. Sabtu (21/2/2026) kemarin di Purwakarta, beliau ngegas soal ini. 

Dengan tegas, beliau bilang kalau proses hukum bakal berjalan transparan. “Saya kira hal seperti itu kita transparan,” ujarnya santai tapi pasti ke awak media. Nggak main-main, kata Sigit, kasus ini lagi didalami dari tingkat Polres sampai di-asistensi sama Polda Maluku. 

Pernyataan ini langsung jadi angin segar buat publik yang nuntut keadilan buat korban. Soalnya, kasus kekerasan sama aparat tuh selalu sensitif. Kalau nggak transparan, bisa pecah kepercayaan publik, gaes.

Bripda MS Udah Jadi Tersangka, Terancam 15 Tahun Penjara!

Update terbaru, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengonfirmasi kalau Bripda MS udah resmi ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah (ditetapkan tersangka),” tegasnya, Sabtu (21/2/2026). 

Nggak cuma itu, oknum ini juga langsung diterbangkan ke Ambon buat diperiksa soal pelanggaran kode etik sama Bid Propam Polda Maluku. Jadi proses pidana dan etik jalan barengan, gaes. 

Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, nambahin kalau Bripda MS dijerat pasal berlapis. Dia kena Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak, ancaman maksimal 15 tahun penjara. Plus, dia juga dijerat Pasal 466 KUHP soal penganiayaan yang sebabin kematian, ancaman 7 tahun penjara. 

Barang bukti juga udah diamankan, mulai dari helm taktis yang dipakai, dua unit motor korban, sampai kunci-kunci lainnya. Tim penyidik juga udah periksa 14 saksi buat ngumpulin bukti yang kuat. 

Respons Institusi: Minta Maaf dan Komitmen Tegas

Nggak cuma Kapolri, institusi Polri secara resmi juga minta maaf. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir bilang kalau tindakan individu kayak gini nggak sejalan sama nilai-nilai Tribrata. “Polri berkomitmen tegas dalam proses penegakan hukum dan kode etik,” ujarnya. 

Bahkan Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto sampai turun tangan. Beliau udah perintahkan Irwasda dan Kabid Propam buat investigasi mendalam. Kalau terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas, termasuk pemecatan atau PTDH. 

Reaksi Publik dan Tokoh: Desak Evaluasi Brimob

Kasus ini langsung jadi perbincangan panas di media sosial. Banyak netizen yang mendesak Komnas HAM turun tangan. Koalisi Masyarakat Sipil lewat Indonesia RISK Centre juga nyeselin banget tindakan ini. Mereka bilang ini nggak cuma pelanggaran etik, tapi udah masuk kategori penyiksaan. 

Menteri Koordinator Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, juga ikut angkat bicara. Beliau desak pelaku dipecat dan dipidana. “Tindakan itu sungguh-sungguh di luar perikemanusiaan,” tegasnya. 

Bahkan YLBHI minta Brimob ditarik dari urusan yang bersinggungan langsung sama masyarakat sipil. Menurut mereka, ini alarm kuat kalau masih ada masalah sistemik di tubuh Polri yang harus dibenerin. 

Kesimpulan: Keadilan Harus Ditegakkan

Kasus oknum Brimob aniaya siswa di Tual ini jadi ujian besar buat Polri. Janji Kapolri buat transparan harus dibuktikan dengan aksi nyata. Publik nggak mau cuma omdo (omong doang), mereka ingin pelaku dihukum seberat-beratnya.

Sekarang, bola ada di tangan penyidik. Apakah proses hukum bakal berjalan fair atau malah mandek di tengah jalan? Kita awal bersama, gaes! Yang jelas, nyawa AT nggak bisa kembali, tapi keadilan harus tetap ditegakkan.

Pantau terus update kasus ini hanya di POPERS.ID! Jangan lupa share biar makin banyak yang tahu.

source: inews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in National News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top