Indonesia akan mengirim 8.000 personel TNI ke Gaza, bertugas di bawah Pasukan Stabiliasi Internasional (ISF) (Foto: Arif Julianto/MNC Portal)
Indonesia siap kirim 8.000 personel TNI ke Jalur Gaza untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), pasukan multinasional bentukan Dewan Perdamaian yang disahkan PBB. Mereka bakal punya tugas vital: dari jaga keamanan, bantu warga sipil, sampai melatih polisi Gaza baru.
JAKARTA | Indonesia Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan ke Gaza.
Indonesia bakal mencatat sejarah baru. Sekitar 8.000 personel TNI akan dikirim ke Jalur Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Langkah ini menandai Indonesia sebagai negara pertama yang melaksanakan mandat dari Dewan Perdamaian (Board of Peace) lembaga bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah disahkan lewat Resolusi Dewan Keamanan PBB pada November 2025.
Misi ini bukan sekadar simbol solidaritas. Indonesia dipercaya menjadi pelopor dalam operasi perdamaian global yang tujuannya menstabilkan situasi Gaza pascaperang panjang antara Israel dan kelompok Hamas.
Apa Itu ISF dan Kenapa Penting Banget?
ISF (International Stabilization Force) merupakan pasukan multinasional yang akan bertugas memastikan keamanan dan pelaksanaan gencatan senjata di Gaza. Pasukan ini dibentuk berdasarkan resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk mendukung rencana perdamaian 20 poin versi Donald Trump.
Secara garis besar, ISF akan bekerja bareng Mesir dan Israel buat melaksanakan demiliterisasi Gaza alias pelucutan senjata dari kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut.
Namun, mandat ISF nggak cuma sebatas jaga perdamaian. Mereka juga bakal turun langsung untuk:
Melindungi warga sipil dari potensi konflik lanjutan
Menjalankan operasi kemanusiaan
Mengamankan koridor bantuan internasional
Melatih aparat kepolisian lokal di Gaza
Mencegah pembangunan kembali infrastruktur militer dan teror
Dengan kata lain, ISF ini bukan pasukan penjaga perdamaian “biasa” seperti yang selama ini dikerahkan PBB. Mereka punya peran lebih proaktif, termasuk penegakan hukum dan pengawasan ketat terhadap keamanan wilayah.
Siapa yang Memimpin ISF?
ISF rencananya bakal berada di bawah komando terpadu, kemungkinan besar dipimpin oleh jenderal bintang dua dari Angkatan Darat AS. Tapi, operasi ini dilakukan dengan koordinasi erat bersama Dewan Perdamaian Gaza dan negara-negara anggota lainnya.
Selain itu, masa tugas ISF diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun 2027, tergantung stabilitas dan perkembangan situasi di lapangan.
Negara-Negara yang Gabung di ISF
Selain Indonesia, beberapa negara lain juga udah nyatakan kesiapannya buat gabung di ISF, di antaranya:
Mesir
Uni Emirat Arab (UEA)
Pakistan
Turki
Yordania
Azerbaijan, dan sejumlah negara anggota Dewan Perdamaian lainnya.
Negara-negara ini akan kirim pasukan sesuai kapasitas masing-masing untuk membantu proses stabilisasi di Gaza.
Polisi Baru Gaza: Bukan dari Hamas atau Otoritas Palestina
Salah satu agenda besar ISF adalah membangun kepolisian baru di Gaza. Polisi ini nantinya akan dilatih oleh ISF, tapi anggotanya tidak berasal dari Hamas maupun Pemerintah Otoritas Palestina. Tujuannya jelas: membentuk sistem keamanan yang netral dan profesional.
Pasukan baru ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat Gaza terhadap sistem hukum dan keamanan yang selama ini hancur karena konflik.
ISF Gantikan Peran Hamas di Gaza
Kalau misi ini berjalan sesuai rencana, ISF bakal mengambil alih banyak tanggung jawab keamanan yang selama 19 tahun terakhir dijalankan oleh Hamas. Sejak 2006, Hamas memang menjadi pihak yang mengatur pemerintahan di Jalur Gaza, termasuk layanan sosial dan sistem keamanan.
Namun, dengan hadirnya ISF, sistem pertahanan dan pengelolaan wilayah Gaza akan beralih ke tangan pasukan internasional setidaknya sampai kondisi politik dan keamanan di wilayah itu benar-benar stabil.
Indonesia di Garis Depan Misi Kemanusiaan Dunia
Keterlibatan Indonesia dalam ISF bukan cuma soal politik global, tapi juga cerminan dari komitmen kemanusiaan dan diplomasi aktif bangsa ini. Dengan mengirim ribuan prajurit terbaiknya ke Gaza, Indonesia menegaskan peran pentingnya di panggung internasional dalam menjaga perdamaian dunia.