Fashion

BANGGA! Kain Tenun Garut Tiba di Grammy Awards 2026, Erin Lim Rhodes Pamer Warisan Indonesia di Karpet Merah

Published on

Erin Lim Rhodes menggunakan tenun Garut karya desainer Indonesia, Dery Rizkianto, melalui label The Rizkianto, saat menghadiri Grammy Awards 2026.(dok. Instagram @erinlimrhodes, @therizkianto)

Gak nyangka! Erin Lim Rhodes pilih kain tenun Garut buat tampil di Grammy Awards 2026. Ini dia cerita lengkap di balik gaun high-fashion karya Dery Rizkianto yang bikin tenun lokal go international.

JAKARTA | Lo percaya gak sih? Kain tenun asli Garut, Jawa Barat, baru aja cetak sejarah di ajang bergengsi Grammy Awards 2026. Yang pake bukan orang sembarangan, tapi Erin Lim Rhodes, host televisi E! yang punya darah Filipina-Meksiko. Jadi, warisan budaya Indonesia tiba-tiba steal the show di karpet merah ajang musik paling top sedunia.

Erin Lim tampil dengan gaun stunning yang ternyata adalah karya desainer Indonesia, Dery Rizkianto, lewat label miliknya, The Rizkianto, yang basisnya di Milan, Italia. Jadi, bisa dibilang ini adalah kolaborasi local craftsmanship dengan global design.

Desain Gaun yang Bikin Melongo

Nah, buat lo yang penasaran, gaun yang dipakai Erin ini bagian dari koleksi bertajuk “Casa”. Koleksi ini punya 12 look berbeda. Gaun Erin itu modelnya strapless alias tanpa tali bahu, dengan neckline lurus dan desain yang melengkung di sisi samping, mengikuti kontur tubuh. Yang bikin eye-catching banget adalah motif polkadot berwarna emas yang nempel perfect di badan.

Motif emas shiny itu bukan cetakan biasa, bro. Itu adalah hasil tenun tangan asli dari Garut! Kainnya sendiri adalah hasil karya pengrajin tenun kondang asal Garut, Hendar Rogesta, lewat kolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia.

Kolaborasi Jenius: Tangan Lokal, Sentuhan Global

Ini nih yang keren. Dery Rizkianto pinter banget memadukan teknik tenun dan sulam tradisional dari tangan-tangan terampil pengrajin Garut, dengan style penjahitan ala Eropa dan desain monokrom khas Milan. Hasilnya? Sebuah masterpiece yang high-fashion banget tapi tetap punya jiwa Indonesia yang kuat.

Proses bikinnya pun totally custom. Mulai dari material kain sampe benang tenunnya, diproduksi khusus buat koleksi ini. Dery dalam konferensi pers Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 kemarin bilang, “Kita sorting benang itu sendiri, one of a kind yang belum pernah diproduksi di Garut. Bisa dibilang mungkin ini satu-satunya kain tenun Garut yang pake benang kayak gini.”

Motif Polkadot yang Ngebroke Pola Tradisional

Erin Lim Rhodes menggunakan tenun Garut karya desainer Indonesia, Dery Rizkianto, melalui label The Rizkianto, saat menghadiri Grammy Awards 2026.(dok. Instagram @erinlimrhodes)

Jujur, ini inovasi yang cukup berani. Lewat koleksi “Casa”, The Rizkianto bawa angin segar ke tenun tradisional. Mereka masukin motif polkadot yang contemporary buat ngebreak pola-pola konvensional yang biasanya kita lihat. Motif ini ngasih kesan modern, mewah, dan feminin banget, terinspirasi dari gaya era 1950-an.

Dery pengen banget bikin tenun jadi lebih versatile. “Aku benar-benar ingin membuat tenun menjadi lebih serbaguna, nggak monoton harus yang sangat tradisional… aku ingin membawa tenun ke posisi yang lebih global,” ujarnya. Misi itu keliatan banget berhasil lewat moment Grammy Awards ini.

Dari Garut ke Dunia: Tenun Bisa Go International

Koleksi “Casa” ini sebenernya udah sempet debut di Jakarta Fashion Week 2026 lalu. Tapi, pemakaiannya sama public figure internasional di ajang sekelas Grammy Awards bikin levelnya naik drastis. Ini bukti nyata kalo karya anak bangsa, khususnya tenun Nusantara, punya tempat di panggung mode dunia.

Modernisasi wastra kaya gini nunjukkin kalo tenun nggak ketinggalan zaman. Bisa bersaing, bisa stylish, dan yang paling penting, punya cerita dan nilai budaya yang dalem banget.

Jadi, next time lo lihat kain tenun, jangan cuma mikir buat acara formal atau traditional look aja. Lihat deh karya Dery Rizkianto dan para pengrajin Garut ini. Mereka udah bawa tenun naik ke level global stage, dibawa sama Erin Lim Rhodes yang confident banget pamerinnya ke dunia. Salut!

source: Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version