National News

Siklon Tropis Makin Dekat Daratan! BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem yang Bisa Meluas Sampai 1.000 Km

Published on

Ilustrasi. BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem akibat siklon tropis mendekati Indonesia. Dampak bisa dirasakan hingga 1.000 km dari pusat siklon. (Photo illustration: AI)

BMKG memperingatkan bahwa fenomena siklon tropis makin sering dan makin dekat ke daratan Indonesia. Dalam 10–20 tahun ke depan, potensi cuaca ekstrem bakal meningkat signifikan di berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan Pantura.

JAKARTA | Siklon Tropis Makin Dekat Daratan: BMKG Sebut Ancamannya Nyata dan Meluas

Fenomena siklon tropis yang dulu terasa “jauh” dari Indonesia, kini mulai mendekat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa ancaman cuaca ekstrem akibat siklon ini bisa makin sering terjadi dan bahkan menjangkau wilayah daratan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Peringatan ini disampaikan oleh Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, dalam diskusi publik bertema “Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Indonesia di Dua Zona Musim Siklon

Andri menjelaskan, posisi geografis Indonesia cukup “unik” karena berada di antara dua wilayah utama yang punya musim siklon berbeda utara dan selatan khatulistiwa.

“Kalau di belahan utara, masa aktif musim siklon biasanya dari Mei sampai Desember. Sedangkan di selatan mulai dari Samudra Hindia, Sumatera bagian selatan, selatan Jawa, sampai NTT aktifnya dari November sampai April,” jelas Andri.

Ia menambahkan, dua periode ini sering tumpang tindih di bulan November dan Desember, jadi wajar kalau cuaca di periode itu terasa makin ekstrem.

Efeknya Bisa Sampai Ribuan Kilometer

Meski Indonesia jarang “dihantam langsung” oleh badai besar seperti di Amerika atau Filipina, efek siklon tropis tetap terasa. BMKG mencatat, dampak dari sistem angin besar ini bisa menjangkau radius 500 sampai 1.000 kilometer dari pusat siklon.

“Saat ini, beberapa siklon tropis sedang aktif di selatan Jawa. Walaupun tidak langsung melintas, pola angin dan cuacanya tetap bisa berimbas ke wilayah luas,” kata Andri.

Efek “remote” ini, lanjutnya, bisa bikin hujan ekstrem, gelombang tinggi, dan perubahan pola angin bahkan di wilayah yang jauh dari pusat badai.

Jakarta dan Pantura Juga Bisa Kena Imbas

Andri menegaskan, wilayah terdampak tidak cuma di selatan Jawa. Efek cuaca ekstrem juga bisa menjangkau Jakarta hingga kota-kota di Pantai Utara Jawa (Pantura).

“Misalnya ada siklon di selatan Jawa, bisa berdampak ke Jakarta juga. Radius pengaruhnya itu besar banget bisa sampai seribu kilometer,” ujarnya.

Dulu Jarang, Sekarang Makin Dekat

Secara historis, Indonesia memang jarang dilintasi langsung siklon tropis. Tapi dalam dua dekade terakhir, pola ini mulai berubah.

Andri menyebut beberapa contoh yang pernah terjadi: Siklon Cempaka (2017) yang memicu banjir di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Siklon Seroja yang melanda NTT pada 2021, hingga Siklon Senyar yang baru-baru ini terdeteksi makin dekat ke daratan.

“Dulu, siklon biasanya terbentuk jauh di laut. Tapi sekarang, makin ke sini, posisinya makin bergeser mendekati daratan. Artinya, kita perlu siap menghadapi risiko serupa dalam 10 sampai 20 tahun ke depan,” tuturnya.

Perlu Kesiapan dari Sekarang

Fenomena ini jadi sinyal buat pemerintah dan masyarakat agar lebih waspada. BMKG terus memantau pergerakan sistem cuaca global dan mengajak semua pihak berkolaborasi dalam mitigasi bencana.

Cuaca ekstrem bukan cuma soal badai, tapi juga dampaknya ke transportasi laut, penerbangan, pertanian, dan kehidupan sehari-hari. Edukasi publik dan kesiapsiagaan dianggap jadi kunci menghadapi ancaman yang makin nyata ini.

Siklon Tropis, Ancaman Serius yang Tak Lagi Jauh

Fenomena siklon tropis kini bukan lagi hal “jauh di laut”. Dampaknya bisa meluas sampai daratan, bahkan ke kota besar seperti Jakarta. Dengan tren yang makin meningkat, BMKG mengingatkan: kesiapsiagaan harus dimulai sekarang, bukan nanti.

source: inews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version