International News

Iran Sindir Trump: “Jangan Ulangi Drama Berdarah Afghanistan dan Irak!”

Published on

Iran memperingatkan Donald Trump tidak mengulangi kesalahan seperti dilakukan AS saat menginvasi Afghanistan dan Irak (Foto: AP)

Iran ngasih peringatan keras buat Donald Trump biar nggak ngulang kesalahan Amerika di Afghanistan dan Irak yang bikin 7.000 tentara AS tewas dan habisin lebih dari 7 triliun dolar. Teheran bilang, kalau AS maksa perang lagi, bakal rugi sendiri.

JAKARTA | Iran Ingatkan Trump: Jangan Sok Jago, Lihat Dulu Luka Lama Amerika di Afghanistan dan Irak

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) lagi-lagi panas. Pemerintah Iran baru aja kasih peringatan keras ke Presiden Donald Trump, supaya nggak nekat ngulang kesalahan fatal yang pernah bikin AS berdarah-darah di Afghanistan dan Irak.

Lewat pernyataan resmi misi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Teheran bilang bahwa ancaman militer dan gaya intimidasi ala Trump cuma bakal bikin Amerika rugi sendiri baik dari sisi duit maupun nyawa.

“Iran nyaranin AS buat belajar dari pengalaman pahit mereka di Afghanistan dan Irak. Waktu itu, AS ngeluarin lebih dari 7 triliun dolar AS dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa tentara,” tulis pernyataan tersebut.

Iran Masih Mau Negosiasi, Tapi Nggak Mau Diintimidasi

Dalam pernyataannya, Iran menegaskan kalau mereka nggak menutup pintu dialog. Tapi syaratnya satu: semua harus berjalan atas dasar kesetaraan dan saling hormat.
“Iran siap berdialog demi kepentingan bersama, tapi kalau diancam dan ditekan, kami bakal melawan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tegas misi Iran di PBB.

Pesan ini jelas: Iran bukan negara yang bisa ditakut-takutin. Mereka mau damai, tapi bukan berarti mau ditundukkan.

Trump Ngamuk, Iran Santai Tapi Siap Lawan

Peringatan itu keluar setelah Trump kembali melontarkan ancaman keras pada Rabu (28/1/2026). Ia bilang, “armada besar” militer AS lagi digerakkan menuju Iran dan mendesak Teheran supaya balik ke meja perundingan.

Trump bahkan sempat nyombong bakal ngelancarin serangan yang lebih “dahsyat” dari sebelumnya kalau Iran tetap ngeyel. Tapi Iran nggak goyah. Menurut Teheran, pendekatan semacam itu justru bikin situasi makin rusuh dan bisa menyeret kawasan Timur Tengah ke konflik brutal baru.

Flashback: Saat AS Tersandung di Dua Medan Perang

Buat yang lupa, invasi AS ke Afghanistan dimulai tahun 2001, dan ke Irak tahun 2003.
Dua-duanya diklaim buat “menghapus terorisme”, tapi hasil akhirnya malah menjadi luka panjang baik buat warga lokal maupun tentara AS sendiri.

Puluhan ribu korban jiwa, krisis kemanusiaan, dan ekonomi AS yang babak belur jadi catatan pahit dari dua perang itu. Nggak heran kalau sekarang Iran bilang: “Kalau mau perang lagi, siap-siap aja ngerasain hal yang sama.”

Iran Kirim Pesan Tegas ke AS

Lewat PBB, Iran ngasih sinyal kuat bahwa mereka nggak takut sama gertakan Trump. Mereka masih terbuka buat diplomasi, tapi kalau Washington ngotot main militer, Iran siap lawan.
Pesannya jelas: dunia udah lihat apa yang terjadi di Afghanistan dan Irak dan nggak ada yang mau ngulang tragedi itu.

source: inews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version