City Corner

Guru SD di Tangsel Kena Lapor Polisi! Cuma Karena Kasih Nasihat ke Murid? Ini Faktanya!

Published on

Polres Tangerang Selatan tengah menyelidiki laporan dugaan kekerasan verbal yang melibatkan seorang guru sekolah dasar di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. (source: Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Kasus Bu Budi, guru SDK Mater Dei yang dilaporkan ke polisi gara-gara nasihatin muridnya, jadi viral. Polisi lagi selidik, tapi beneran salah atau salah persepsi orang tua?

JAKARTA | Guru SD di Tangsel Dipolisikan Gara-gara Nasihati Murid, Beneran Salah Atau Salah Paham?

Gue lagi sebel nih bacanya. Seorang guru SD di Tangsel, tepatnya di Pamulang, sampe dilaporkan ke polisi. Alasannya? Dituduh lakuin verbal abuse alias kekerasan verbal. Padahal, dari cerita yang beredar, doi cuma lagi kasih nasihat ke murid-muridnya. Kok bisa sampe segitunya?

Kasus yang melibatkan Bu Christiana Budiyati atau yang akrab disapa Bu Budi ini udah viral banget di medsos. Sampe-sampe ada petisi online di change.org yang bahas ini. Inti masalahnya sebenarnya simpel, tapi endingnya ribet.

Kronologi Lengkap: Siswa Jatuh, Teman Kabur, Guru Nasihatin

Jadi begini ceritanya. Kejadiannya Agustus 2025 lalu, pas lagi ada lomba di SDK Mater Dei. Ada murid yang jatuh karena digendong temennya yang mungkin belum kuat. Nah, yang bikin sedih, teman-teman lainnya gak nurutin buat bantuin. Malah pada pergi ninggalin si korban jatuh sendirian.

Nah, tau kejadian ini, Bu Budi sebagai guru ya pasti prihatin. Di dalam kelas, dia pun ngumpulin murid-muridnya dan kasih nasihat. Intinya dia mau ngajarin anak-anak punya rasa empati, tolong-menolong, biar kejadian kayak gitu gak terulang lagi. Nasihat yang seharusnya normal, kan?

Tapi ternyata, nasihat baik-baik itu dipandang beda sama salah satu orang tua murid. Bu Budi dituduh marah-marah di depan umum dan ngelakuin kekerasan verbal. Padahal pihak sekolah udah coba jadi penengah dan mediasi. Tapi tetep aja, ujung-ujungnya Bu Budi dilaporkan. Bukan cuma ke polisi, tapi juga ke DP3A dan Dinas Pendidikan Tangsel. Serius nih?

Polisi Tangsel Buka Suara: “Masih Kami Dalimi, Gak Ada Kriminalisasi”

Kita dengerin juga suara resminya dari polisi. Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, ngakuin kalo laporan ini beneran ada. Tapi dia ngejamin, prosesnya masih tahap penyelidikan awal.

“Masih kami dalami. Proses lidik dan sidik tentu butuh waktu, termasuk ngumpulin bukti. Nentuin seseorang jadi tersangka juga harus sesuai hukum,” kata Yudhi waktu dikonfirmasi.

Yang penting, dia tekankan, gak ada proses kriminalisasi terhadap sang guru. “Tapi kalau kriminalisasi, itu nggak ada, SOP ya. Kita kan juga pake asas praduga. Sampai sekarang masih proses penyelidikan,” jelasnya.

Laporannya sendiri udah masuk sejak Desember 2025 lalu. Sekarang urusannya udah di tangan Satreskrim Polres Metro Tangsel. Tapi soal detail kenapa bisa sampe dilaporkan, polisi bilang masih cari data yang valid karena banyak versi yang beredar.

Sekolah Tutup Mulut, Publik Banyak Dukung Bu Budi

Pas media datangi SDK Mater Dei buat klarifikasi, pihak sekolah milih tutup mulut. Gak mau diwawancara. Satpamnya juga menolak buat komentar. Situasi yang bikin tanda tanya besar.

Sementara itu, di dunia maya, dukungan buat Bu Budi banyak banget. Banyak netizen yang nganggap ini kasus overreaction dan bisa bikin guru-guru lain takut buat mendidik anak-anak dengan benar. Nasihat yang tujuannya baik malah berbalik jadi masalah hukum. Gimana kedepannya?

Nih kasus bener-bener jadi pelajaran buat kita semua. Di satu sisi, hak anak harus dilindungi. Di sisi lain, kewenangan guru buat mendidik dan menasihati juga jangan sampai dibungkam. Polisi bilang masih selidik, kita tunggu aja perkembangan selanjutnya. Tapi yang jelas, hubungan guru dan orang tua sekarang mesti lebih built on trust, bukan saling lapor.

source: cnnindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version