National News

Uang Pemerasan Bupati Pati Disimpan Dalam Karung, Totalnya Bikin Geleng Kepala!

Published on

Uang dalam karung diduga hasil pemerasan Bupati Pati Sudewo. (Foto: Istimewa)

KPK bongkar uang hasil dugaan pemerasan oleh Bupati Pati Sudewo (SDW) yang disimpan dalam karung dan kantong kresek. Totalnya? Rp2,6 miliar!

JAKARTA | Kalau biasanya karung dipakai buat nyimpen beras, kali ini beda cerita. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nemuin uang miliaran rupiah yang disimpan dalam karung dan bukan sembarang uang, tapi diduga hasil pemerasan yang dilakukan Bupati Pati, Sudewo (SDW).

Dalam foto yang beredar, tumpukan uang tunai itu keliatan ditaruh di dalam karung dan juga kantong kresek. Hasil penghitungan tim penyidik KPK nunjukin totalnya mencapai Rp2,6 miliar. Jumlah yang bikin melongo.

“Betul, itu barang bukti kasus Pati semua. Diamankan dari penguasaan JAN, JION, YON, dan SDW,” jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, ke wartawan, Rabu (22/1/2026).

Uang Dikumpulin, Dimasukin Karung, Kayak Bawa Beras

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, ngasih gambaran yang cukup absurd tapi nyata.
“Uang ini dikumpulin dari beberapa orang, terus dimasukin ke karung. Ada karung warna hijau tuh. Dibawa gitu aja, kayak bawa beras,” kata Asep.

Bukan cuma satu-dua kantong, tapi karung berisi uang itu jadi bukti nyata yang disita dan sekarang udah diperlihatin ke publik. “Aslinya memang dari karung itu. Dimasukin begitu aja, ada yang diiket pake karet,” tambah Asep.

Tarif Jabatan: Rp125 Juta Sampai Rp225 Juta

Kasus ini sendiri terkait dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sudewo udah resmi jadi tersangka, barengan sama tiga kepala desa:

  • Abdul Suyono (YON), Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan
  • Sumarjiono (JION), Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken
  • Karjan (JAN), Kepala Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken

Mereka diduga jadi “pengepul” uang dari warga yang mau beli jabatan perangkat desa.
Tarif yang dipatok pun nggak kecil antara Rp125 juta sampai Rp150 juta per orang. Tapi belakangan, angka itu diduga dinaikin sama para bawahannya jadi Rp165 juta sampai Rp225 juta.

“Uangnya itu pecahan-pecahan, ada yang Rp10 ribuan, ada yang lainnya juga,” kata Asep lagi.

Bukti yang Bikin Kaget Publik

Publik makin gempar setelah KPK memperlihatkan karung hijau yang berisi uang hasil dugaan pemerasan itu. Nggak ada pita pengaman, cuma diiket karet seadanya. Simpel, tapi isinya bikin siapa pun yang lihat pasti bengong.

Kasus ini sekaligus jadi tamparan keras buat sistem rekrutmen perangkat desa yang ternyata bisa dijadiin ladang pemerasan.

KPK masih terus ngembangin kasus ini, termasuk ngebongkar aliran uang miliaran rupiah yang udah dikumpulin lewat modus “karung hijau” ala Sudewo cs.

source: inews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version