Connect with us

Gak Cuma Pemimpin Hebat, Nabi Muhammad SAW Juga Pendengar yang Bikin Nyaman

Salam Syiar

Gak Cuma Pemimpin Hebat, Nabi Muhammad SAW Juga Pendengar yang Bikin Nyaman

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW, Pemimpin yang Berkorban dan Senang Mendengarkan (Ilustrasi/Freepik)

Kisah teladan Nabi Muhammad SAW bukan cuma soal kepemimpinan dan perjuangan, tapi juga tentang sikap rendah hati, empati, dan kehangatan dalam mendengarkan orang lain.

BOGOR | Nabi Muhammad SAW: Pemimpin Hebat yang Gak Mau Diistimewakan

Kalau ngomongin soal sosok panutan sejati, gak ada yang bisa menandingi Nabi Muhammad SAW. Beliau bukan cuma pemimpin umat Islam, tapi juga figur yang kerja keras, rendah hati, dan rela berkorban.

Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, pernah bilang dalam ceramahnya bahwa ada dua hal besar yang bikin akhlak Nabi itu luar biasa banget:
1️⃣ Beliau pemimpin yang kerja keras dan gak mau diistimewakan,
2️⃣ Beliau pribadi yang menyenangkan dan senang mendengarkan.

Allah SWT sendiri sudah memuji akhlak Rasulullah SAW dalam Al-Qur’an Surat Al-Qalam ayat 4:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas budi pekerti yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Menurut Rofiq, ayat ini bahkan pakai dua huruf taukid (penegas) untuk menegaskan betapa luar biasanya akhlak Rasulullah.

1. Pemimpin yang Kerja Keras dan Rela Berkorban

Nabi Muhammad SAW bukan tipe pemimpin yang cuma nyuruh-nyuruh. Beliau selalu ikut turun langsung, berjuang bareng umatnya.

Contohnya waktu Perang Badar perang besar pertama umat Islam di tahun kedua Hijriah. Saat itu, umat Muslim lagi susah banget, baik secara sosial, politik, maupun ekonomi. Tapi Rasulullah tetap maju memimpin sekitar 300 sahabat buat menghadapi pasukan Quraisy.

Jarak medan perang sekitar 150 km kalau sekarang tuh kayak jalan kaki dari Yogyakarta ke Purwokerto. Gak kebayang capeknya.

Yang bikin haru, Rasulullah SAW berbagi satu unta dengan dua sahabatnya: Ali bin Abi Thalib dan Abu Lubabah. Karena gak mungkin tiga orang naik bareng, mereka gantian. Tapi pas dua sahabatnya nawarin diri buat jalan kaki aja biar Rasulullah gak capek, Rasulullah malah nolak dengan lembut.

Beliau bersabda:

“Kalian berdua tidak lebih kuat dari saya, dan saya juga butuh pahala sebagaimana kalian butuh pahala.”
(HR. Ahmad, dalam Musnad Ahmad bin Hanbal)

Kata Rofiq, kisah ini ngajarin dua hal penting:

  • Rasulullah gak mau diistimewakan, bahkan oleh sahabat sendiri.
  • Semua pengorbanan waktu, tenaga, atau harta harus diniatkan buat mendapat pahala dari Allah SWT.

Jadi kalau sekarang ada pemimpin yang sok nyantai dan nyuruh orang lain kerja, jelas bukan contoh dari Rasulullah.

2. Pribadi yang Menyenangkan dan Suka Mendengarkan

Rasulullah SAW bukan pemimpin yang bikin orang tegang. Justru sebaliknya beliau bikin semua orang nyaman, aman, dan diterima.

Dalam sebuah hadis riwayat Jabir bin Samurah, diceritain bahwa Jabir udah lebih dari 100 kali duduk bareng Rasulullah di majelis ilmu. Kadang sahabat-sahabat ngobrol santai, saling tukar syair, bahkan nostalgia masa jahiliyah. Nabi gak marah, gak potong pembicaraan, cuma diam dan mendengarkan dengan senyum.

“Aku pernah duduk bersama Rasulullah SAW lebih dari seratus kali. Saat para sahabat berbicara dan tertawa, beliau hanya tersenyum.”
(HR. Tirmidzi)

Rasulullah dikenal sebagai “bassam” orang yang suka tersenyum. Tapi bukan berarti beliau gak pernah serius. Malam hari, beliau bisa menangis dalam doa, tapi siang hari tetap jadi sosok yang hangat dan menyenangkan.

Pelajarannya?
Kepemimpinan gak cuma tentang bicara, tapi juga tentang mendengarkan. Kadang yang dibutuhkan orang bukan solusi cepat, tapi telinga yang mau memahami.

3. Adab Sosial Rasulullah yang Bikin Semua Orang Merasa Dihargai

Nabi juga punya adab luar biasa dalam berinteraksi. Setiap kali berjabat tangan, beliau menggenggam dengan erat tanda perhatian dan keseriusan. Kalau lawan bicaranya belum mau melepas, beliau biarkan sampai orang itu selesai.

Dan kalau dipanggil dari belakang, Rasulullah gak cuma nengok kepala, tapi memutar seluruh badan buat menunjukkan fokus penuh. Bayangin level respect kayak gitu bikin siapa pun ngerasa dihargai banget.

Teladan untuk Semua Generasi

Di akhir ceramahnya, Rofiq berharap semoga Allah SWT terus menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW di hati umat Islam, dan bikin kita semua pengen terus meniru teladan beliau.

So, dari kisah ini jelas banget Nabi Muhammad SAW bukan cuma pemimpin yang kuat, tapi juga pendengar yang lembut. Kombinasi sempurna antara power dan empathy.

Dan mungkin, itulah alasan kenapa beliau disebut sebagai “rahmatan lil ‘alamin” rahmat bagi seluruh alam.” Wallahualam.

source: okezone

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Salam Syiar

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top