Health and Mental Health

Spill Kebiasaan Receh yang Diam-Diam Bikin Risiko Diabetes Naik Drastis!

Published on

(Photo image: rspp)

Bahaya gaya hidup sedenter dan kebiasaan sepele yang bikin gula darah melonjak drastis di usia muda.

JAKARTA | Banyak yang mikir kalau diabetes itu “penyakit orang tua” atau cuma buat mereka yang hobi makan manis. Padahal, realitanya nggak sesederhana itu. Ada banyak kebiasaan kecil yang mungkin sering kamu anggap sepele, tapi ternyata jadi red flag besar buat kesehatan metabolik kamu.

Meskipun faktor genetik memang pengaruh, pola hidup harian justru jadi penentu utama apakah gula darah kamu bakal tetap aman atau malah chaos. Melansir dari AARP, berikut adalah beberapa kebiasaan yang wajib kamu waspadai sebelum terlambat.

1. Sering Skip Sarapan dengan Alasan Diet

Banyak orang merasa kalau melewatkan sarapan itu cara jitu buat potong kalori. Padahal, studi di The Journal of Nutrition justru bilang sebaliknya. Orang yang sering skip makan pagi punya risiko diabetes yang lebih tinggi.

Menurut Melinda Maryniuk, seorang ahli gizi, kalau kamu nggak sarapan, kecenderungan buat makan “balas dendam” di siang atau malam hari jadi lebih besar. Porsi makan kamu bakal membesar tanpa disadari. Kuncinya bukan nggak makan, tapi pilih menu yang benar seperti kombinasi protein, lemak sehat, dan serat.

2. Terlalu Nyaman Nge-chill Sambil Duduk Seharian

Kita semua tahu kalau olahraga itu penting, tapi jarang yang sadar kalau duduk diam kelamaan itu bahaya. Mau kamu rajin gym sekalipun, kalau sisa waktu 10 jam sehari cuma dipakai duduk di depan laptop atau scrolling HP, risiko diabetes tetap mengintai.

Riset dari Diabetes Care membuktikan bahwa mengganti 30 menit waktu duduk dengan aktivitas fisik ringan bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 sampai 31 persen. Cobalah untuk sering melakukan stretching tipis-tipis atau jalan kaki saat menerima telepon.

3. Begadang dan Kurang Tidur Berkepanjangan

Kurang tidur bukan cuma bikin mata panda atau badan lemas, tapi juga merusak regulasi gula darah. Saat kamu kurang istirahat, hormon stres seperti kortisol bakal naik. Efeknya? Gula darah kamu ikut melonjak.

Selain itu, kurang tidur biasanya bikin kamu merasa lapar terus-menerus dan pengin makan yang manis-manis. Kombo antara hormon stres dan asupan gula berlebih ini adalah jalur cepat menuju obesitas dan diabetes.

4. Kebiasaan Merokok yang Belum Berhenti

Bukan cuma paru-paru, merokok juga punya kaitan erat dengan diabetes. Data dari CDC menunjukkan kalau perokok punya risiko 30 hingga 40 persen lebih tinggi terkena diabetes dibanding non-perokok. Kalau kamu merasa susah berhenti, nggak ada salahnya konsultasi ke dokter untuk mencoba terapi pengganti nikotin atau obat-obatan medis yang aman.

5. Kecanduan Makanan Olahan (Ultra-Processed Food)

Sereal manis, sosis, nugget, hingga camilan kemasan memang praktis, tapi risikonya nggak main-main. Penelitian menunjukkan setiap kenaikan 10 persen konsumsi makanan olahan, risiko diabetes kamu naik 15 persen. Makanan jenis ini bikin kamu susah merasa kenyang, memicu kenaikan berat badan, dan ujung-ujungnya menyebabkan resistensi insulin.

6. Kurang Sosialisasi dan Merasa Kesepian

Ini yang sering terlewat. Ternyata kesehatan mental dan hubungan sosial itu pengaruh ke fisik. Studi di jurnal Diabetologia menemukan kalau rasa kesepian yang mendalam bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga dua kali lipat. Jadi, jangan cuma sibuk dengan dunia sendiri; interaksi sosial yang berkualitas ternyata bisa jadi “obat” alami buat menjaga kesehatan tubuh.

source: cnnindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version