Warga menggunakan kabel baja yang untuk menyeberangi Sungai Juli pascaputusnya Jembatan Juli di jalan lintas Bireuen – Takengon, Aceh, Selasa (2/12/2025). Amnesty International Indonesia mendesak Presiden Prabowo untuk segera menetapkan status darurat nasional atas banjir besar di Aceh dan Sumatra. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
BNPB akhirnya koreksi data korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jumlah korban meninggal dunia berkurang dari 810 jadi 770 orang, sementara 462 lainnya masih hilang. Pemerintah belum menetapkan status bencana nasional, tapi penanganannya udah full nasional.
JAKARTA | BNPB Revisi Jumlah Korban Banjir Sumatra: Sekarang 770 Meninggal, 462 Hilang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru aja update data soal korban banjir dan longsor besar yang melanda tiga provinsi di Sumatra Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Sebelumnya, data di situs resmi BNPB sempat nyebut ada 810 korban meninggal dunia. Tapi setelah dicek lagi lewat proses verifikasi dan validasi, ternyata angka pastinya 770 orang meninggal dan 462 orang masih dinyatakan hilang.
“Ada koreksi dari data online di dashboard BNPB. Data terbaru yang udah diverifikasi dan divalidasi oleh posko terpadu menunjukkan 770 korban meninggal dan 463 korban hilang,” jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers, Rabu (3/12).
Rincian Korban di Tiga Provinsi
Data detail dari BNPB nunjukin dampak bencana ini memang parah banget di beberapa wilayah Sumatra:
Aceh: 277 korban meninggal, 193 orang masih hilang
Sumatra Utara: 299 korban meninggal, 159 orang hilang
Sumatra Barat: 194 korban meninggal, 111 orang hilang
Dengan total segitu, jelas ini jadi salah satu bencana paling mematikan yang pernah terjadi di wilayah barat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Belum Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional, Tapi…
Menariknya, sampai sekarang pemerintah belum menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional, meskipun banyak pihak udah mendorong ke arah itu.
Tapi menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, langkah penanganannya udah selevel nasional kok.
“Walaupun belum disebut bencana nasional, semua kementerian dan lembaga udah diperintahkan Presiden Prabowo buat turun tangan. TNI, Polri, BNPB, semua dikerahkan maksimal,” kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma.
Penanganan Dikerahkan Maksimal
Instruksi langsung dari Presiden bikin semua lembaga negara bergerak cepat. BNPB, Basarnas, TNI-Polri, sampai relawan dan pemerintah daerah bahu-membahu di lapangan buat evakuasi korban, buka akses jalan, dan bantu logistik.
Pratikno juga bilang, meski status bencana nasional belum keluar, penanganan di lapangan udah “full power”.
“Ini bukan cuma penanganan lokal, tapi bener-bener dikerahkan semua kekuatan nasional,” tegasnya.
Fokus Sekarang: Cari Korban Hilang & Pulihkan Daerah
Tim SAR masih terus kerja 24 jam buat cari ratusan korban hilang, sementara ribuan warga lainnya masih di pengungsian. Banyak wilayah yang aksesnya sulit, terutama di daerah pegunungan dan pinggir sungai yang putus karena longsor.
BNPB juga nyiapin langkah lanjutan buat pemulihan jangka panjang, termasuk pemetaan ulang area rawan banjir dan edukasi kebencanaan ke warga sekitar.
Kesimpulan
Update terbaru ini jadi pengingat penting soal pentingnya data valid di tengah situasi darurat. Dengan jumlah korban yang udah dikoreksi, pemerintah diharapkan bisa lebih fokus nanganin penyelamatan dan pemulihan.
Buat warga di Sumatra semangat terus, guys. Negara memang belum ngomong “bencana nasional”, tapi semua tenaga nasional udah di situ buat bantu kalian. 🙏