Gary Iskak memilih untuk hijrah dan memperbaik diri sebelum meninggal dunia. (Foto: Instagram)
Aktor Gary Iskak meninggal dunia akibat kecelakaan motor, Sabtu (29/11). Di balik kabar duka itu, publik mengenang perjalanan hijrahnya yang menginspirasi dari masa lalu kelam, hingga menjadi sosok religius dan keluarga banget.
JAKARTA | Dunia hiburan Indonesia lagi-lagi kehilangan sosok yang dicintai banyak orang. Aktor Gary Iskak meninggal dunia usai mengalami kecelakaan motor di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu dini hari, 29 November 2025.
Kabar kepergian Gary langsung bikin publik berduka. Banyak yang kaget dan nggak nyangka, karena beberapa waktu terakhir Gary dikenal aktif di kegiatan keagamaan dan tampil sebagai sosok yang jauh lebih tenang dan religius.
Bahkan, beberapa rekan artis menyebut, “Gary udah berubah banget. Dia bener-bener istiqamah sampai akhir.”
Perjalanan Hidup: Dari Kelam ke Terang
Buat yang ngikutin kariernya dari awal 2000-an, pasti tahu kalau Gary dulu termasuk aktor yang sering wara-wiri di layar kaca main di film Bintang Jatuh, sinetron, dan beberapa film layar lebar lain. Tapi di balik kesuksesannya, hidup Gary nggak selalu mulus.
Dia pernah jatuh dalam masa-masa kelam: gaya hidup bebas, terjerat kasus narkoba, sampai harus berjuang melawan penyakit serius seperti hepatitis C dan kanker hati. Dalam beberapa wawancara, Gary sempat jujur bilang, hidupnya dulu kayak “jalan tanpa arah.”
Turning Point: Saat Gary Menemukan Titik Balik
Semua berubah ketika Gary ngerasa hidupnya udah terlalu jauh dari arah yang benar. Dari situlah dia mulai hijrah dan tobat nasuha.
Nggak cuma sekadar ngomong, tapi bener-bener berubah total. Gary mulai rajin sholat, menjauhi lingkungan negatif, dan memperbaiki hubungannya dengan keluarga terutama sang istri, Richa Novisha, yang juga ikut berproses bareng dia.
Sahabat-sahabatnya bilang, Gary hampir nggak pernah ninggalin sholat. Bahkan di tengah kesibukannya, dia selalu nyempetin waktu buat ibadah. Buat banyak orang, perubahan Gary ini bukan cuma soal religiusitas, tapi juga soal menemukan kedamaian hidup setelah bertahun-tahun berjuang lawan sisi gelap diri sendiri.
Detik-Detik Terakhir yang Bikin Haru
Sabtu dini hari itu, sekitar pukul 00.30 WIB, Gary diketahui mengendarai motor sendirian di Jalan Kesehatan Raya, Pesanggrahan. Polisi bilang, motornya hilang kendali dan menabrak pohon di depan tempat pencucian mobil. Tubuh Gary sempat terlempar ke jalan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sayangnya, meski udah dapat perawatan intensif, nyawa Gary nggak bisa diselamatkan. Pihak rumah sakit menyatakan Gary Iskak meninggal dunia pukul 09.24 WIB. Jenazahnya langsung dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada hari yang sama, dengan suasana penuh haru dan doa dari keluarga, sahabat, serta rekan-rekan artis.
Pesan yang Tertinggal: Perubahan Itu Nyata
Kepergian Gary Iskak ninggalin pesan besar buat banyak orang: bahwa nggak ada kata terlambat buat berubah. Dari masa lalu yang penuh kesalahan, Gary bangkit dan menutup hidupnya dalam keadaan baik istiqamah, penuh cinta keluarga, dan dekat sama Tuhan.
Publik mengenang Gary bukan cuma sebagai aktor berbakat, tapi juga manusia yang berani memperbaiki dirinya sendiri. Dan mungkin, itu cara terbaik untuk diingat bukan karena ketenaran, tapi karena perubahan yang tulus.
Kepergian Gary Iskak memang meninggalkan duka, tapi juga menghadirkan inspirasi. Kisah hidupnya jadi pengingat buat kita semua: hidup bisa berubah arah kapan aja, asal ada niat dan keberanian buat memulai.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu, Gary Iskak. Terima kasih sudah ninggalin cerita yang bukan cuma tentang karier, tapi tentang perjalanan hati.