Bencana alam dipicu hujan deras di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, menewaskan hampir 200 orang (photo: AP)
Hujan deras ekstrem di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, memicu banjir bandang dan tanah longsor, menewaskan hampir 200 orang hanya dalam 24 jam. Helikopter tim SAR jatuh saat misi bantuan.
ISLAMABAD | Pakistan lagi-lagi diterjang bencana alam besar. Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di bagian barat laut negara itu jadi sorotan dunia karena hujan deras nonstop bikin banjir bandang, tanah longsor, dan badai petir yang ngancurin pemukiman warga. Menurut laporan Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan (NDMA), cuma dalam Jumat (15/8/2025) kemarin, 194 orang meninggal.
Bahkan, musibah ini makin tragis karena satu helikopter tim SAR yang lagi kirim bantuan ke warga terdampak malah jatuh gara-gara cuaca buruk. Semua kru di dalamnya meninggal.
Buner Jadi Titik Paling Parah
Sekretaris Daerah Khyber Pakhtunkhwa, Shahab Ali Shah, bilang wilayah Buner adalah yang paling hancur. Di daerah ini aja, banjir bandang udah merenggut sekitar 100 nyawa. Sementara itu, di Bajaur yang lokasinya deket perbatasan Afghanistan, helikopter bantuan yang bawa logistik buat korban banjir jatuh dan menewaskan 5 kru.
Swat Dievakuasi Massal
Di distrik Swat, lebih dari 2.000 orang dievakuasi karena sungai dan anak sungai meluap sampai ngebawa material tanah, pohon, dan batu gede. Warga dipindahin ke tempat yang lebih aman sambil nunggu bantuan makanan, air bersih, dan tenda darurat.
Pemerintah Pakistan Gelar Rapat Darurat
Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, langsung pimpin rapat darurat buat bahas langkah penanganan banjir dan hujan deras yang belum juga reda. Dia juga minta semua pihak buat siaga penuh karena prakiraan cuaca nunjukkin hujan ekstrem ini masih bisa berlanjut beberapa hari ke depan.
Hujan Lebih Lebat dari Tahun-Tahun Sebelumnya
Bukan cuma kali ini aja. Dalam beberapa minggu terakhir, Pakistan udah kehilangan ratusan nyawa gara-gara curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fenomena ini bikin banyak pihak khawatir karena tren hujan ekstrem di negara itu makin sering terjadi, dan dampaknya selalu memakan korban besar.