KPK resmi mencegah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan dua orang lainnya pergi ke luar negeri selama enam bulan. Pencegahan ini terkait penyidikan dugaan korupsi pembagian kuota haji 2023–2024 yang diduga bermasalah.
JAKARTA | Kabar panas nih, guys! 🛑 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi ngeluarin jurus pencegahan bepergian ke luar negeri. Kali ini yang kena adalah mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, plus dua nama lain berinisial IAA dan FHM.
Langkah ini diambil KPK buat amankan proses penyidikan kasus dugaan korupsi penetapan kuota haji tahun 2024. Info ini dikonfirmasi langsung sama Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK.
“Pencegahan berlaku enam bulan ke depan, mulai 11 Agustus 2025. Ketiga orang ini diminta tetap berada di Indonesia demi kelancaran penyidikan,” kata Budi.
Awal Mula Kasus: Kuota Haji 2023 yang Bikin Ribut
Ceritanya, drama ini udah berawal dari 2023. Waktu itu Indonesia dapat jatah 20 ribu kuota haji. Nah, sesuai aturan, pembagiannya jelas banget: 92% buat jemaah haji reguler dan 8% buat jemaah haji khusus.
Tapi, temuan KPK bilang lain. Data di lapangan nunjukin pembagian malah 50% reguler – 50% khusus. Artinya, ada yang janggal banget dari proses ini.
Kenapa Ini Penting?
Buat yang belum familiar, haji khusus itu paket premium dengan biaya lebih mahal. Kalau porsinya tiba-tiba naik drastis, potensi keuntungannya gede banget, dan di situlah dugaan “main mata” muncul.
KPK sekarang lagi dalemin kemungkinan ada aliran dana ke pihak-pihak tertentu terkait penambahan jatah haji khusus ini.
Next Step dari KPK
Meski baru tahap penyidikan, pencegahan ke luar negeri ini jadi tanda kalau KPK udah serius banget ngulik kasus ini. Biasanya, langkah ini diambil biar pihak terkait nggak kabur atau “hilang” pas proses hukum berjalan.
Sampai berita ini ditulis, belum ada komentar langsung dari pihak Gus Yaqut soal pencegahan ini.