International News

Israel Ganti Istilah ‘Caplok’ Jadi ‘Kontrol’ Gaza, Hamas: Akal-akalan Biar Gak Kena Hukum!

Published on

Hamas menyebut langkah Israel mengganti istilah pencaplokan menjadi kontrol Kota Gaza sebagai akal-akalan (photo: AP)

GAZA | Drama konflik di Gaza makin panas. Israel baru aja bikin manuver bahasa yang bikin banyak pihak geleng-geleng kepala. Istilah “pencaplokan” atau “pendudukan” yang biasanya dipakai, sekarang mereka ganti jadi “kontrol” penuh atas Kota Gaza.

Buat Hamas, ini jelas nggak masuk akal. Mereka nyebut langkah Israel itu cuma akal-akalan buat ngeles dari tanggung jawab hukum internasional.
“Ini cara licik buat kabur dari tanggung jawab atas kejahatan mereka terhadap hampir 1 juta warga Gaza,” kata Hamas dalam pernyataannya, dilansir dari Sputnik, Sabtu (9/8/2025).

Apa yang Terjadi Sebenarnya?

Beberapa hari lalu, Kabinet Keamanan Israel nyetujui rencana buat nguasain Gaza. Nggak cuma itu, mereka juga berniat ngusir ratusan ribu warga dari sana, dengan alasan demi “keamanan” selama operasi militer berlangsung.

Tapi, tekanan dari komunitas internasional ternyata gede banget. Makanya, di pembaruan informasinya, Israel nggak lagi nyebut “pencaplokan” atau “pendudukan”. Istilahnya diubah jadi “kontrol” — yang artinya ya, intinya tetap nguasain, tapi bahasanya lebih “halus”.

Kenapa Istilah Penting Banget?

Buat orang awam mungkin kedengarannya cuma beda kata, tapi di dunia hukum internasional, istilah ini punya bobot gede. Menurut pengamat hukum, kalau Israel secara resmi bilang “menduduki” Gaza, itu berarti mereka otomatis kena aturan Konvensi Jenewa.

Konsekuensinya, Israel harus:

  • Nyediain layanan publik buat warga Gaza.
  • Menjamin ketertiban umum.
  • Nanggung semua kerugian yang dialami warga sipil.

Dan yang paling nyeremin (buat Israel), ini bisa jadi pintu masuk buat mereka dibawa ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Pengakuan Diam-diam dari Israel

Media Israel Yedioth Ahronoth ngutip sumber pejabat yang nggak mau disebut namanya. Mereka bilang, alasan perubahan istilah ini jelas soal hukum. Walaupun begitu, di balik layar, para pejabat Israel sendiri ngaku kalau target utama mereka adalah pendudukan penuh Gaza secara militer.

Reaksi Dunia?

Perubahan istilah ini langsung jadi sorotan. Banyak yang bilang, ini cuma permainan kata biar citra Israel di mata dunia nggak makin anjlok, sekaligus ngurangin potensi konsekuensi hukum internasional.

Bagi Hamas dan warga Gaza, apa pun istilahnya, realitanya tetap sama: mereka kehilangan tanah, rumah, dan kebebasan.

Kesimpulan: Biarpun kelihatannya cuma ganti kata dari “caplok” jadi “kontrol”, dampaknya besar banget di mata hukum internasional. Hamas nyebut ini cuma strategi biar Israel bisa lepas tangan dari kewajiban hukum, tapi dunia udah terlanjur ngeh kalau ini cuma permainan bahasa.

source inews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version