Tentara IDF menunjuk ke jenazah seorang militan Hamas yang tewas beberapa hari sebelumnya setelah menyerang kibbutz ini di dekat perbatasan dengan Gaza, pada 10 Oktober 2023 di Kfar Aza, Israel.(photo: Alexi J. Rosenfeld/Getty Images)
JALUR GAZA | Militer Israel resmi ngumumin kalo mereka mulai narik mundur pasukan dari Jalur Gaza, Kamis (31/7/2025). Divisi ke-98 yang jadi salah satu unit tempur utama juga ikut ditarik keluar. Info ini keluar langsung dari Radio Tentara Israel, sekaligus jadi tanda kalo operasi besar-besaran mereka yang dikasih nama ‘Kereta Gideon’ udah dinyatakan selesai.
Operasi ini awalnya diluncurin awal Mei 2025 buat nunjukin dominasi militer dan politik penuh di Gaza. Tapi realitanya? Gagal total. Bahkan Channel 13 Israel terang-terangan bilang gak ada satu pun target utama yang mereka tetapkan di awal kampanye ini yang berhasil dicapai.
Perlawanan Palestina meningkatkan serangan terhadap tentara Israel di Gaza. (Photo/media al qassam)
Menurut Pusat Studi Israel-Palestina yang dikutip Al Mayadeen, tujuan awal Kereta Gideon bukan cuma soal serangan militer biasa. Israel pengen ngerombak total Gaza lewat langkah-langkah ekstrem: bikin zona penyangga yang mirip ghetto buat “ngumpulin” warga sipil Palestina, supaya pasukan mereka punya kebebasan bergerak di semua titik. Selain itu, misi besarnya termasuk: ngehancurin pemerintahan Hamas, ngerusak infrastruktur mereka, nyelametin tawanan Israel, dan mengunci kontrol strategis jangka panjang atas wilayah Gaza.
Tapi semua itu kandas. Penarikan pasukan ini juga muncul di tengah makin derasnya tekanan internasional yang nuntut perang di Gaza segera berhenti. Di saat yang sama, perlawanan Palestina makin ngegas. Serangan dari kelompok-kelompok perlawanan, khususnya di Khan Yunis dan Gaza Tengah, bikin pasukan Israel keteteran dan kehilangan banyak korban.
Hari Kamis kemarin, Brigade Al-Qassam—sayap militer Hamas—klaim udah ngehajar sekelompok tentara dan kendaraan Israel pakai mortir di Al-Qarara, timur Khan Yunis. Awal minggu ini, mereka juga ledakin tiga bom barel ke konvoi militer Israel di Batn al-Sameen, bikin beberapa tentara tewas dan luka. Bahkan Sabtu lalu, Al-Qassam ngaku udah ngehancurin dua kendaraan lapis baja Israel pake IED, terus nyundul kendaraan ketiga dengan rudal anti-tank Yasin 105 di Abasan al-Kabira, Khan Yunis.
Serangan perlawanan Palestina makin intens beberapa hari terakhir, terutama di Khan Yunis dan Rafah. Sementara itu, pasukan darat Israel tetep lanjut gempur Gaza selatan, tapi dengan makin banyaknya korban di pihak mereka sendiri, operasi ini makin keliatan mandek.
Dengan kondisi ini, penarikan pasukan besar-besaran Israel bukan cuma soal strategi, tapi juga sinyal kalo misi besar ‘Kereta Gideon’ ini akhirnya berujung… kosong.