Connect with us

Keren! Anak-Anak Tampil Bawa Randai Minangkabau di Galeri Indonesia Kaya

Socio-Cultural

Keren! Anak-Anak Tampil Bawa Randai Minangkabau di Galeri Indonesia Kaya

(photo: EH)

JAKARTA, POPERS.ID | Galeri Indonesia Kaya emang nggak pernah kehabisan cara buat ngenalin budaya lokal ke publik. Di tahun 2025 ini, mereka bawain lagi pertunjukan panggung yang full budaya, kali ini lewat teater yang judulnya “Tujuh Anak Miskin dan Raksasa”. Cerita ini diangkat dari folklore Minangkabau dan dikemas lewat seni pertunjukan randai bareng anak-anak berbakat dari Peqho Kids.

Wait, lo udah pernah denger randai belum? Randai itu kesenian khas Minang yang seru banget karena gabungin drama, tari, musik, plus seni suara dalam satu panggung. Pokoknya all-in-one lah. Nah, lewat pertunjukan ini, Galeri Indonesia Kaya pengen ngenalin lagi seni randai ke generasi sekarang—yang mungkin udah jarang banget denger nama randai.

(photo: EH)

Kita pengen anak-anak kenal dan cinta budaya lokal dari kecil. Ini bukan cuma pertunjukan, tapi juga bagian dari edukasi dan pelestarian budaya.
Itu kata Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya, yang emang concern banget soal budaya Indonesia.

Pertunjukan ini berlangsung sekitar 60 menit, dan semua pemainnya anak-anak umur 5 sampai 15 tahun, lho! Mereka dilatih langsung sama tim dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, dan dibantu musisi asli Minang. Yang bikin spesial, mereka tampil dengan pendekatan dance theater, jadi randainya dikasih sentuhan kontemporer biar relate sama anak muda zaman sekarang.

Lo bakal nemuin banyak scene seru, dari yang bikin tegang, ketawa, sampai yang nyentuh hati—semuanya dikemas enerjik banget. Meski sebagian besar pemainnya bukan dari latar belakang budaya Minang, mereka total banget. Gimana caranya? Ya, latihan intensif, semangat gede, dan pastinya dukungan dari tim dan orang tua.

Di Peqho Kids, kita nggak cuma ngajarin anak tampil. Kita juga tanamkan pentingnya kenal budaya sendiri. Seni itu warisan, bukan sekadar hiburan.
Gitu kata Mima Yusuf, pimpinan produksi Peqho Kids. Mereka emang punya visi kuat: pengen anak-anak tumbuh dengan karakter kuat lewat seni.

Btw, Peqho Kids itu apaan sih? Jadi, ini adalah program kelas seni buat anak-anak yang dirancang sama Peqho Teater sejak tahun 2016. Fokusnya ke pengembangan diri lewat seni pertunjukan: akting, vokal, sama tari. Tujuannya? Biar anak punya self-confidence, kreativitas, empati, teamwork, imajinasi, sampai leadership skill—soft skill penting yang nggak selalu didapet dari sekolah biasa.

Sejak berdiri, mereka udah tampil di mana-mana. Mulai dari event Hari Anak Nasional di Kidzania (2017), Drama Musikal Ibu Pertiwi di Plaza Indonesia (2023), sampai panggung Galeri Indonesia Kaya tahun lalu. Tahun ini, mereka balik lagi dengan karya yang lebih matang dan konsep budaya yang kuat.

Lewat pertunjukan “Tujuh Anak Miskin dan Raksasa” ini, Galeri Indonesia Kaya dan Peqho Kids bareng-bareng buktiin bahwa seni tradisi bisa tetap hidup dan nyampe ke hati generasi sekarang—asal dikemas dengan cara yang relevan.

[EH]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Socio-Cultural

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top