Benjamin Netanyahu akhirnya mengakui negaranya mengalami kerugian besar yang menyakitkan akibat serangan Iran (Foto: AP)
JAKARTA | Akhirnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka suara soal kondisi negaranya yang digempur Iran. Nggak lagi ngeles, dia jujur kalau Israel rugi besar gara-gara serangan balasan dari Iran minggu lalu.
“Kerugiannya banyak dan nyakitin banget,” kata Netanyahu dalam video yang dirilis Rabu (18/6/2025), dilansir The Times of Israel.
Serangan balasan Iran ternyata lebih brutal dari perkiraan. Padahal awalnya Israel duluan yang ngegas dengan menggempur wilayah Iran sejak Jumat minggu lalu. Tapi kayaknya Iran balesnya nggak pake nunggu komando—langsung all out.
AS Backup Full Israel, Trump Turun Tangan
Netanyahu juga bilang dia terus komunikasi intens sama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. “Tadi malam kami ngobrol hangat banget,” ujar Netanyahu.
Trump sendiri juga udah blak-blakan soal sikapnya terhadap Iran. Dia bilang kesabarannya udah titik abis. “Sudah habis,” kata Trump ke wartawan usai meeting di Situation Room, Gedung Putih, Rabu (18/6/2025) waktu setempat.
Trump bahkan ngasih sinyal keras ke Iran. Dia sebut udah kasih ultimatum terakhir supaya Iran mau duduk bareng dan terima kesepakatan dari AS. “Mungkin lo bisa bilang ini ultimatum terakhir,” ucapnya.
Israel Lanjut Serang Iran, Dapat Lampu Hijau
Yang paling bikin panas, Trump ngaku udah kasih izin langsung ke Netanyahu buat terus gempur Iran. “Saya bilang, lanjutkan,” tegas Trump, pas ditanya soal obrolan telepon terakhirnya sama Netanyahu.
Situasi makin runyam. Israel makin agresif, Iran juga nggak tinggal diam. Dunia internasional mulai waspada konflik bisa makin melebar ke negara-negara lain. Beberapa pengamat politik bahkan bilang ini salah satu eskalasi paling tegang di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.