Connect with us

Hakim ICC Diserang Trump!

International News

Hakim ICC Diserang Trump!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020.(AP PHOTO/Evan Vucci)

JAKARTA | Lo semua udah denger belum sih? Drama internasional lagi panas banget nih. Pemerintah Amerika Serikat—yang sekarang masih di bawah komandonya Donald Trump—ngejatuhin sanksi ke empat hakim Mahkamah Pidana Internasional alias ICC. Gara-garanya? Mereka ngeluarin surat perintah penangkapan buat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Gila nggak tuh?

Hakim yang kena sanksi ini bukan kaleng-kaleng. Ada Solomy Balungi Bossa dari Uganda, Luz del Carmen Ibanez Carranza dari Peru, Reine Adelaide Sophie Alapini Gansou dari Benin, sama Beti Hohler dari Slovenia. Mereka semua bagian dari tim yang mutusin buat ngejar Netanyahu karena dugaan kejahatan perang. Tapi bukan cuma itu doang.

Turns out, dua di antara mereka—Bossa sama Ibanez—juga pernah nyetujui penyelidikan resmi ke tentara Amerika yang diduga ngelakuin kejahatan perang di Afghanistan, tahun 2020 lalu. Jadi emang udah lama tuh ICC dan AS nggak akur.

Nah, terus si Marco Rubio, Menlu-nya Amerika sekarang, langsung ngegas. Dia bilang keputusan para hakim itu gak sah dan udah kelewatan karena nyentuh urusan internal AS dan sekutunya, Israel. “Mereka tuh ngegunain posisi mereka buat ngelakuin tindakan ICC yang nggak punya dasar hukum. Mereka nyerang negara kita dan bestie kita, Israel,” kata Rubio, dikutip dari Reuters, Jumat (6/6/2025).

Rubio juga ngeklaim ICC sekarang udah jadi lembaga yang terlalu politis. Menurut dia, ICC udah ngaku-ngaku punya kewenangan penuh buat nyelidikin, nangkep, dan ngadili warga AS dan sekutunya, padahal itu out of line banget.

Tapi ICC juga nggak tinggal diam. Mereka langsung ngerespon sanksi ini dengan keras. ICC bilang tindakan AS ini justru ngerusak independensi pengadilan internasional. Padahal, ICC itu kan dibentuk buat jadi tempat para korban kekejaman bisa dapet keadilan.

Liz Evenson dari Human Rights Watch juga ikut bersuara. Dia bilang, ini tuh semacam “serangan langsung” ke supremasi hukum internasional. Apalagi, katanya, Trump punya track record suka main hukum seenaknya di negaranya sendiri juga.

Nah efek sanksinya? Lumayan serius, bro. Semua transaksi keuangan yang nyangkut ke empat hakim ini otomatis dibekukan. Jadi, bank-bank yang punya koneksi sama AS atau yang pake dolar buat transaksi harus ikut patuh sama pembatasan ini. Kalo nggak, bisa kena getahnya juga.

FYI, menurut laporan dari Reuters, Departemen Keuangan AS juga udah ngeluarin semacam “lisensi umum” yang isinya mewajibkan penghentian semua transaksi ke rekening yang kena blokir. Tapi masih dikasih waktu sampe 8 Juli buat nyelesein semua urusan keuangan yang belum kelar.

So, ya, kita liat aja gimana kelanjutannya. Yang pasti, drama politik internasional kali ini makin bikin dunia kepecah dua. Di satu sisi ada yang dukung ICC buat tegakkan hukum tanpa pandang bulu, tapi di sisi lain… ada juga yang ngerasa hukum internasional nggak bisa asal main tangkep pejabat negara berdaulat. You decide.

source cnbcindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top