International News

Gaza in Danger: 14K Babies Could Die, Bro

Published on

Seorang ibu berduka atas kematian kerabatnya akibat serangan brutal Israel. (photo/mee)

GAZA | Guys, ini serius banget. Kepala badan kemanusiaan dari PBB, Tom Fletcher, baru aja kasih warning yang bikin kita semua harus melek. Dia bilang ada kemungkinan sampai 14.000 bayi di Gaza bisa meninggal dalam waktu 48 jam ke depan kalau bantuan kemanusiaan nggak segera masuk. Iya, dua hari doang waktunya. Gila sih.

Jadi Fletcher ngobrol di BBC Radio 4 — dia bilang gini: “Bayangin, ada ribuan truk yang udah siap masuk Gaza. Isinya tuh bukan sembarang barang, tapi makanan bayi dan nutrisi penting buat anak-anak. Tapi mereka semua ke-stop di perbatasan.”

Kenapa ke-stop? Karena masalah keamanan. “Ini bukan bantuan yang bakal dicomot Hamas,” kata Fletcher. Tapi emang realitanya, mereka harus siap-siap dengan kemungkinan truknya dijarah, atau bahkan kena serangan pasukan Israel. “Kita ambil risiko itu semua demi kasih makan bayi-bayi yang sekarang literally nggak bisa disusuin ibunya karena si ibu pun kekurangan nutrisi,” lanjut dia.

Baru Senin malam kemarin, Israel ngizinin lima truk doang yang bawa bantuan masuk lewat perbatasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom). Itu perbatasan di ujung selatan Gaza. Dan FYI, ini pengiriman pertama dalam hampir tiga bulan. Jadi lo bayangin sendiri gimana parahnya kondisi di sana.

Tapi Fletcher bilang bantuan lima truk itu tuh “literally kayak setetes air di lautan.” Parahnya lagi, barang-barang dari truk itu belum nyampe ke orang-orang yang benar-benar butuh. Mereka cuma nyampe ke area Gaza, tapi belum tersebar ke warga sipil.

“Target gue sekarang cuma satu: nyelametin sebanyak mungkin dari 14.000 bayi ini dalam dua hari ke depan,” tegas Fletcher. Dia juga bilang, tim PBB yang ada di lapangan tuh masih kerja keras. Meski banyak dari mereka udah meninggal karena konflik, sisanya tetap stay strong — mereka ada di rumah sakit, sekolah, tempat pengungsian, terus ngumpulin data dan ngelakuin penilaian kebutuhan.

Fletcher juga kasih info, katanya dia berharap bakal ada 100 truk bantuan yang masuk Gaza hari Selasa. “Sulit sih, tapi kita bakal pastiin truk-truk itu penuh makanan bayi dan siap hadapi segala risiko,” kata dia.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga sempat bilang kalau negaranya bakal izinin bantuan dasar buat masuk ke Gaza. Alasannya? Buat cegah krisis kelaparan yang makin brutal.

Tapi realita di lapangan tetap kelam. Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara bilang kalau rumah sakit mereka sekarang udah kehabisan suplai penting. “Kita udah kekurangan parah,” katanya. Hari Selasa kemarin, mereka terima empat jenazah dan puluhan korban luka dari serangan Israel.

Bahkan, pasukan Israel masih terus nembakin area sekitar rumah sakit itu. “Kita udah minta bantuan dari organisasi internasional selama satu setengah tahun. Tapi nihil. Belum ada hasil nyata,” kata dia.

Nggak cuma itu, laporan dari Al Jazeera English nyebutin dua orang tewas gara-gara tembakan drone Israel di kawasan al-Tuffah, Gaza timur. Di tempat lain, dua korban lagi juga meninggal akibat serangan di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah.

This is not just news, this is real human crisis. Dan semuanya lagi on the edge. So, ya, kita bisa aja cuma scroll berita ini di HP, tapi di sana ada ribuan anak bayi literally fight for life tanpa tahu besok masih bisa napas atau enggak.

Let’s stay aware, spread the word, and if bisa bantu — do something.

source inews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version