National News

Indonesia Ogah Banget Sama Ide Trump Pindahin Warga Gaza!

Published on

Warga Gaza yang mengungsi akibat perang kembali ke rumah mereka yang hancur di Gaza utara (27/1). Presiden AS Donald Trump ingin memindahkan warga Gaza ke lokasi lain.

JAKARTA | Baru-baru ini, Donald Trump bikin heboh lagi. Pas lagi ketemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih, dia ngeluarin ide buat mindahin warga Palestina dari Gaza ke negara-negara tetangga. Yup, Trump bilang kalau Mesir dan Yordania bisa jadi tempat baru buat warga Gaza yang lagi kena dampak perang sejak 7 Oktober 2023. Katanya sih, ini solusi terbaik buat mereka. Tapi beneran deh, beneran solusi atau ada udang di balik batu?

Pemerintah Indonesia langsung ngegas nih. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Rolliansyah Soemirat, tegas banget bilang kalau Indonesia nggak setuju sama sekali sama ide ini. Menurutnya, nggak boleh ada pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka sendiri. Itu sama aja kayak ngerusak harapan buat mereka punya negara merdeka yang sesuai sama solusi dua negara dengan perbatasan 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Indonesia juga minta komunitas internasional jangan diam aja. Harus ada aksi nyata buat jaga hukum internasional, terutama hak warga Palestina buat nentuin nasib mereka sendiri dan bisa balik ke tanah mereka. “Satu-satunya cara buat damai di Timur Tengah itu ya dengan nyelesain akar masalahnya: pendudukan ilegal Israel di Palestina yang udah berlangsung lama,” kata Rolliansyah.

Para ahli juga nggak setuju sama ide Trump. Agung Nurwijoyo, pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, bilang kalau rencana ini malah bikin ribet solusi dua negara yang selama ini digembar-gemborin Amerika sendiri. Menurut dia, lebih baik cari tempat sementara buat warga Gaza di dalam wilayah mereka sendiri daripada maksa mereka keluar dari tanah kelahiran mereka.

Hasbi Aswar, pakar dari Universitas Islam Indonesia, punya teori menarik nih. Dia menduga ide ini sebenarnya bagian dari deal Trump sama Netanyahu. Tujuannya? Biar Israel mau gencatan senjata sama Hamas. Tapi Netanyahu kelihatannya nggak mau damai, karena dia pengen Hamas musnah total. Jadi, kalau warga Gaza dipindahin, Israel lebih gampang ngejar Hamas tanpa kena kecaman dunia karena terlalu banyak korban sipil.

Nggak cuma Indonesia, Hamas juga ngamuk abis-abisan. Mereka ngerasa ini cuma cara buat bikin Gaza kosong dan bikin Israel makin gampang menguasai wilayah itu. “Kami menolak pernyataan Trump yang bilang warga Gaza nggak punya pilihan selain pergi. Ini cuma bakal bikin kawasan makin kacau,” tegas Hamas dalam pernyataan resminya.

Negara-negara Arab juga nggak tinggal diam. Arab Saudi, Mesir, dan Yordania udah kompak bilang nggak setuju sama rencana Trump ini. Bahkan, mereka ngasih peringatan ke Amerika bahwa kalau warga Gaza dipindahin, bisa-bisa Timur Tengah makin panas dan konflik makin melebar.

Trump sendiri kayaknya cuek. Dalam konferensi pers bareng Netanyahu, dia bilang bakal “ambil alih” Gaza dan ngebangun ulang wilayah itu setelah semua warganya dipindahin. Bahkan, dia nggak menutup kemungkinan buat ngirim tentara AS ke sana buat bantu rekonstruksi.

Jadi, makin jelas kan siapa yang diuntungkan kalau Gaza dikosongin? Bukan warga Palestina pastinya! Indonesia dan banyak negara lain nggak bakal diem aja ngeliat ketidakadilan ini. Stay tuned buat update selanjutnya!

sumber voaindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version