Music News

Jimi Hendrix: Anak Seattle yang Musiknya Gak Ada Matinya!

Published on

Jimi Hendrix memainkan gitarnya dalam tur di Jerman di Rheinhalle, Dusseldorf, 14 Januari 1969. (AP/Hinninger)

Tanggal 27 November lalu menandai hari ulang tahun gitaris dan penulis lagu ikonik Amerika, Jimi Hendrix. Di kota kelahirannya, Seattle, Museum of Pop Culture atau Museum Budaya Pop, merayakan warisannya yang abadi, bersama anggota keluarga, mantan rekan kerja, dan para penggemarnya.

SEATTLE, WASHINGTON | Kalau lo ngomongin Jimi Hendrix, lo bakal denger cerita tentang anak muda dari pusat kota Seattle, AS, yang punya hidup penuh drama. Dari kecil, Jimi udah sering main di Leschi Park, tepi Danau Washington. Tapi, hidupnya nggak gampang, Bro. Dia ngalamin kemiskinan, masalah keluarga, bahkan sampai putus sekolah.

Tapi di momen itulah Jimi nemu jalan hidupnya: main gitar. Dan ternyata, gitar inilah yang bikin dia terkenal di seluruh dunia. Adiknya, Janie Hendrix, bilang ke VOA:

“Jimi itu banyak belajar dari hidupnya yang beragam, dari keluarga, sampai lingkungan di Seattle. Itu bikin dia jadi lebih paham dan sayang sama orang-orang juga budaya lain. Dia suka nyebut dirinya ‘West Coast Seattle Boy,’ anak kota yang ada di sisi barat AS.”

Jimi Hendrix: Anak Seattle yang Musiknya Gak Ada Matinya! #jimihendrix #legend #musician

Museum Pop, Tempat Jimi Tetap Hidup

Di Seattle, Museum of Pop Culture tiap tahun rayain ulang tahun Jimi Hendrix. Di situ, fans, keluarga, dan musisi lain kumpul bareng untuk mengenang si legenda. Museum ini punya koleksi Jimi terbanyak di dunia, dari gitar, lirik tulisan tangan, sampai memorabilia lainnya.

“Jimi itu inspirasi awal berdirinya museum ini,” kata Jacob McMurray, juru bicara museum. Bahkan pengunjung bisa nyoba mainin riff khas Hendrix di Sound Lab atau bikin desain gitar kertas ala mereka sendiri.

Jimi Hendrix performs on the Isle of Wight in England (1970 file photo)

Penggemar dan Musisi Lain Ngomongin Jimi

Evan Fleming, salah satu fans, bilang kalau Jimi adalah alasan dia belajar main gitar. “Dia itu main gitar dengan penuh perasaan. Gue paling suka sama penampilannya yang emosional,” katanya.

Ada juga Rori Cain yang ngerasa Jimi itu punya pengaruh besar, bahkan buat musik R&B, hip hop, sampai rap sekarang. “Musiknya kayak bikin gitar bernyanyi sendiri. Itu luar biasa!”

Tapi, menurut musisi blues Taj Mahal yang pernah manggung bareng Jimi, dia beda banget di panggung dan di kehidupan nyata. “Di panggung dia berapi-api, tapi aslinya pemalu dan pendiam,” ungkapnya.

Janji Adik untuk Lestarikan Warisan

Janie Hendrix, yang baru 9 tahun waktu Jimi meninggal, bilang dia udah janji bakal terus jaga warisan kakaknya. Dia sekarang bikin banyak proyek, termasuk dokumenter tentang studio legendaris Jimi, Electric Lady Studios.

“Musik Jimi tuh kayak soundtrack hidup banyak orang, dari anak-anak sampai orang dewasa. Meski zaman berubah, musiknya tetep relevan dan jadi inspirasi,” kata Janie.

82 Tahun Jimi, Tapi Musiknya Abadi

Gitaris rock Amerika Serikat, Jimi Hendrix, tampil bersama The Jimi Hendrix Experience di Monterey Pop Festival, California, AS, 18 Juni 1967.

Tahun ini, ulang tahun Jimi yang ke-82 dirayain dengan fokus ke masa puncak karier turnya, di mana dia manggung lebih dari 500 kali di 15 negara. Lirik-liriknya yang ditulis di mana aja, dari hotel sampai pesawat, jadi bukti kalau dia nggak pernah berhenti berkarya.

Buat para fansnya, baik di Seattle maupun seluruh dunia, Jimi Hendrix nggak pernah benar-benar pergi. Musiknya terus hidup, jadi warisan yang nggak bakal pudar.[di/ii]

sumber voa indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version