Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M.(HBL), lontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Amien Rais yang menyasar kehidupan pribadi Sekretaris Kabinet (Seskab), Letnan Kolonel (Letkol) Inf. Teddy Indra Wijaya. (Foto: Mars Alexander)
Serangan ke Seskab dinilai kelewat batas, bawa-bawa Presiden dan rusak etika publik
JAKARTA, POPERS.ID | Praktisi hukum sekaligus tokoh politik nasional, Hillary Brigitta Lasut (HBL), akhirnya buka suara soal pernyataan Amien Rais yang menyinggung kehidupan pribadi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Nada HBL tegas: itu bukan kritik, tapi sudah masuk kategori fitnah.
Menurut Hillary, narasi yang dilontarkan Amien Rais sudah melampaui batas etika publik. Bahkan, ia menilai pernyataan tersebut berbahaya karena menyeret institusi kepresidenan ke dalam spekulasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Ini bukan lagi kritik, ini serangan yang tidak berdasar. Kritik itu penting dalam demokrasi, tapi kalau tuduhan dilempar tanpa bukti, itu berubah jadi fitnah,” tegas Hillary.
Ia menilai, apa yang terjadi bukan sekadar perbedaan pendapat, tapi sudah mengarah pada pembodohan publik yang bisa merusak martabat negara.
Hillary juga mengingatkan bahwa ada garis tegas antara kritik terhadap kinerja dan serangan personal. Ketika batas itu dilanggar, dampaknya bukan hanya ke individu, tapi juga ke kualitas demokrasi.
Ia pun menyayangkan sikap Amien Rais sebagai tokoh publik senior. Menurutnya, figur publik seharusnya punya tanggung jawab untuk menyaring informasi sebelum disampaikan ke masyarakat luas.
“Tokoh publik itu penjaga kualitas informasi, bukan sumber spekulasi,” ujarnya.
Situasi makin sensitif karena narasi tersebut ikut menyeret nama Presiden dalam isu pribadi seorang pejabat negara. Hillary menilai hal ini berpotensi merusak kehormatan institusi negara.
“Kalau sudah dikaitkan dengan Presiden, ini bukan lagi soal individu. Ini soal marwah negara. Pola seperti ini harus dihentikan,” lanjutnya.
Hillary juga menantang pihak yang menyebarkan narasi tersebut untuk bertanggung jawab. Ia meminta agar tuduhan dibuktikan secara terbuka, atau ditarik jika tidak memiliki dasar.
“Kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan, langkah paling ksatria adalah klarifikasi atau tarik pernyataan. Ini soal integritas,” katanya.
Sebagai orang yang pernah melihat langsung kerja di lingkungan Sekretariat Kabinet, Hillary juga memberi testimoni terkait kinerja Letkol Teddy.
Letnan Kolonel (Letkol) Inf. Teddy Indra Wijaya. (Foto: Instagram @sekertariat.kabinet)
Ia mengaku pernah menyaksikan langsung respons cepat Seskab dalam menangani laporan masyarakat, termasuk kasus ketidakadilan yang dialami seorang anak di wilayah perbatasan.
“Saya saksi bagaimana beliau bekerja cepat dan responsif,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Hillary mengingatkan para aktor politik untuk tetap bermain dalam koridor etika.
“Kalau mau bersaing, bersainglah dalam membantu masyarakat. Jangan sampai kehilangan hati nurani. Kritik itu membangun, tapi fitnah hanya membodohi publik,” pungkasnya. (MA)