Connect with us

Nasib TikTok Sekarang: Jadi ‘Bestie’ Trump atau Malah Red Flag?

International News

Nasib TikTok Sekarang: Jadi ‘Bestie’ Trump atau Malah Red Flag?

Ilustrasi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Logo Tiktok. (Foto ilustrasi: AI)

Kontroversi baru TikTok USDS pasca akuisisi sekutu Trump, benarkah algoritma mulai ‘pilih kasih’ dan bungkam kritik?

JAKARTA | Dunia medsos lagi shaking parah. Belum lama TikTok resmi ganti kepemilikan di Amerika Serikat (AS) biar nggak kena ban, sekarang muncul isu kalau platform video pendek ini mulai “berubah”. Bukan berubah jadi lebih keren, tapi katanya mulai main sensor konten.

Gubernur California, Gavin Newsom, baru saja melempar bom pernyataan yang bikin heboh jagat maya. Newsom terang-terangan menuduh TikTok sengaja membungkam konten-konten yang isinya mengkritik Presiden Donald Trump. Vibe-nya jadi beda banget sejak operasional TikTok di AS pindah tangan ke entitas baru yang isinya orang-orang dekat Trump.

Investigasi Dimulai: Isu Sensor atau Cuma Error?

Awal pekan ini, Newsom meluncurkan kajian mendalam buat menyelidiki praktik moderasi konten di TikTok. Dia pengen tahu apakah cara TikTok mengelola video sekarang melanggar hukum di negara bagian California atau nggak.

Langkah ini diambil setelah ByteDance, induk TikTok asal China, resmi teken kesepakatan buat menyerahkan operasional mereka di AS ke perusahaan gabungan bernama TikTok USDS Joint Venture LLC. Langkah “lepas tangan” ini diambil ByteDance biar TikTok nggak diblokir permanen dari HP warga Amerika.

Entitas baru ini diklaim bakal menjaga data pengguna, aplikasi, sampai algoritma biar tetap aman di bawah pengawasan AS. Menariknya, kesepakatan ini langsung dapat pujian setinggi langit dari Trump. Tapi di sisi lain, kantor Newsom malah dapat banyak laporan kalau konten yang kontra sama Trump tiba-tiba kena blokir atau hilang dari peredaran.

Klarifikasi TikTok: Alibi Masalah Teknis

Menanggapi tuduhan serius dari kubu Demokrat tersebut, pihak TikTok nggak tinggal diam. Lewat perwakilan resminya, mereka bilang kalau tuduhan sensor itu totally inaccurate.

Menurut versi TikTok, belakangan ini memang ada gangguan teknis karena pemadaman listrik di salah satu data center mereka. Hal inilah yang bikin beberapa konten jadi susah diakses atau bahkan terhapus sistem secara otomatis.

Para pengguna memang sempat merasakan adanya bug, waktu loading yang super lemot, sampai pesan error pas mau upload konten baru. Pihak perusahaan gabungan menegaskan kalau mereka lagi kerja keras buat benerin kerusakan sistem akibat mati lampu tersebut. Jadi, menurut mereka, ini murni masalah kabel dan listrik, bukan urusan politik.

Siapa Saja Pemilik Baru TikTok AS?

Buat yang penasaran siapa saja “pemain” di balik layar TikTok USDS, ada tiga nama besar yang masing-masing pegang saham 15%:

  • Oracle: Raksasa teknologi cloud yang memang sudah lama jadi mitra data TikTok.
  • Silver Lake: Firma ekuitas swasta kelas berat.
  • MGX: Perusahaan investasi dari Dubai.

Sisanya masih melibatkan struktur yang disetujui pemerintah AS dan China. Walaupun teknisnya sudah beres, tensi politik antara Gavin Newsom dan Donald Trump diprediksi bakal makin panas. Newsom yang dikenal vokal memang sering berseberangan dengan kebijakan-kebijakan Trump.

Sekarang, bola panas ada di tangan Kementerian Kehakiman California. Apakah TikTok benar-benar jadi alat politik baru, atau ini cuma drama teknis yang kebetulan terjadi di waktu yang salah? We’ll see.

Mau tahu update terbaru soal nasib algoritma TikTok di tangan pemilik baru? Pantau terus perkembangannya di sini.

source: cnbcindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top