Sabrina Carpenter menghadiri The BRIT Awards 2025 di Intercontinental Hotel pada 1 Maret 2025 di London, Inggris. (Image credit: Lia Toby/Getty Images)
Drama White House vs Sabrina Carpenter viral! Istana Kepresidenan Amerika diam-diam hapus video kontroversial yang pake lagu “Juno” buat promosi ICE, setelah sang bintang ngamuk di media sosial. Ini kronologi lengkapnya!
POPERS.ID | Gak tanggung-tanggung, White House baru aja silently delete video kontroversial mereka. Penyebabnya? Gara-gara sang pop star, Sabrina Carpenter, call out habis-habisan karena lagunya dipakai tanpa izin.
Awalnya, akun resmi pemerintahan Trump membagikan video compilation dari kegiatan ICE (U.S. Immigration and Customs Enforcement). Isinya, petugas ICE ngejar dan menangkapi orang-orang di jalan. Nah, yang bikin plot twist, video itu di-backing sama potongan lagu hits Sabrina, “Juno”, dari album Short n’ Sweet.
Sabrina Carpenter pun geram. Lewat X (dulu Twitter), dia spill isi hatinya. “This video is evil and disgusting,” tulisnya. Dia juga tegaskan, “Do not ever involve me or my music to benefit your inhumane agenda.” Waduh, langsung panas!
Backlash dari Sabrina dan fans-nya (yang disebut Carpenters) ternyata gak main-main. Video yang sempat viral itu akhirnya didelete sama White House pada Jumat (6/12) tanpa penjelasan resmi. Crickets.
Nggak cuma diam, pihak White House malah bales clapback lewat juru bicara, Abigail Jackson. Dalam pernyataan ke Newsweek, dia sassy banget: “Here’s a Short n’ Sweet message for Sabrina Carpenter: We won’t apologize for deporting dangerous criminal illegal murderers, rapists, and pedophiles from our country. Anyone who would defend these sick monsters must be stupid, or is it slow?”
Double yikes! Sampai berita ini diturunkan, White House belum kasih alasan jelas kenapa video itu dihapus. Tim Sabrina Carpenter juga belum ada komentar lanjutan.
Ini nggak pertama kalinya lagu pop dipakai untuk pesan politik dan bikin artisnya ngamuk. Bulan lalu, Olivia Rodrigo juga condemn White House yang pake lagunya “All-American Bitch” untuk video yang encourage imigran deportasi diri sendiri. “Don’t ever use my songs to promote your racist, hateful propaganda,” tweet Olivia.
Yang ironis, lagu “Juno” ini justru punya momen iconic di panggung tur Sabrina. Di Short n’ Sweet Tour, Sabrina playfully “menangkap” penonton karena terlalu attractive sebelum nyanyi “Juno”. Dia bahkan bagi-bagi fuzzy pink handcuffs (borgol warna pink) ke selebriti kayak Millie Bobby Brown, TWICE, SZA, sampai Miss Piggy dari The Muppets!
Jadi, penggunaan lagu itu di video ICE terasa especially tone-deaf. Bukan cuma steal artist expression, tapi juga ngerusak momen bahagia yang udah dibangun sama Sabrina dan fans-nya.
So, what’s the lesson here? Buat politisi dan tim media: mending jangan asal comot lagu artis buat agenda politik, apalagi yang sensitif. Anak muda jaman sekarang melek banget, dan artis-artis mereka gak segan speak up. Kalo nggak mau drama dan harus quietly delete konten, ya udah, cari stock music aja, deh!